Respons Mendagri Sikapi Wacana Pemindahan Ibu Kota Jawa Barat
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan muncul usulan pemindahan Ibu Kota Jawa Barat dari Kota Bandung.
Penulis:
Theresia Felisiani
Editor:
Adi Suhendi
Lebih lanjut, menurutnya rencana itu belum bisa masuk dalam revisi RTRW lantaran sampai saat ini belum ada pembahasan mendalam soal rencana tersebut.
"Karena kajiannya kan belum ada, karena itu kami mendorong Pemprov membuat kajian," lanjutnya.
Baca: Ikuti Jokowi, Ridwan Kamil Juga Mau Pindahkan Ibu Kota Jawa Barat, 3 Lokasi Alternatif Disiapkan
Baca: KABAR TERBARU Polisi Terbakar di Cianjur, Ridwan Kamil Buka Suara hingga Aksi Heroik Pelajar Viral
4. Dampak pemindahan ibu kota Jawa Barat
Herlas Juniar membenarkan jika tiga lokasi itu yang diusulkan sebagai ibu kota baru Jabar.
Dari pemilihan tiga lokasi tersebut, pihaknya menilai ada dampak positif dan negatifnya.
Seperti di Tegalluar, meski dekat dari Kota Bandung sayangnya daerahnya cenderung rawan banjir dan pergerakan tanah.
Sementara di Walini, sebagian wilayahnya masuk dalam patahan Lembang.
Wilayah teraman kemungkinan berada di wilayah Rebana, khususnya di Kertajati.
"Di Kertajati (Majalengka) memang relatif tidak rawan bencana tapi apa dasarnya menetapkan di sana kan butuh kajian," ungkapnya.
Dari hasil pertimbangan ini, nantinya akan kajian yang lebih mendalam untuk menentukan lokasi ibu kota Jabar baru.
"Mana yang mau dipilih itu nanti berdasar kajian, karena itu kita minta dan tidak kita cantumkan dalam RTRW," jelas Herlas Juniar.
(Tribunnews.com/Sinatrya/Kompas.com/TribunJabar.com)
Baca tanpa iklan