Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Faldo Maldini Ungkapkan Keinginannya Maju dalam Pilgub Sumbar 2020

Setelah mengundurkan diri dari PAN, Faldo Maldini ingin maju dalam Pilgub Sumbar 2020. Faldo memilih PSI sebagai kendaraan politiknya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Miftah
zoom-in Faldo Maldini Ungkapkan Keinginannya Maju dalam Pilgub Sumbar 2020
Tangkap Layar Kompas TV
Faldo Maldini saat menjadi bintang tamu dalam acara Rosi Kompas TV 

Faldo percaya jika anak muda mendapatkan kesempatan di politik anak muda akan mendapatkan kesempatan di tempat tempat lainnya.

Pada Pilgub Sumbar 2020 mendatang, Faldo Maldini memilih Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai kendaraan politiknya.

Sebelumnya, mantan Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN), Faldo Maldini mengungkapkan alasannya lebih memilih bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Menurutnya, PSI secara nyata konkrit berpihak pada kebutuhan anak muda dalam politik.

Ia juga mengatakan bergabung dengan PSI merupakan inisiatifnya sendiri. 

"Inisiatif sendiri bergabung dengan PSI karena saya lihat di PSI ada ruang untuk upaya membangun Indonesia lebih baik khususnya oleh anak anak muda," ujarnya dilansir YouTube Partai Solidaritas Indonesia, Selasa (29/10/2019).

Faldo Maldini menceritakan awal mula tertarik dengan PSI karena Rian Ernest, politisi PSI membantunya dalam menggugat UU Pilkada di Mahkamah Konstitusi.

Rekomendasi Untuk Anda

Rian Ernest membantu sebagai pengacara dalam gugatan tersebut dan dalam perjalanannya Faldo Maldini banyak berbincang mengenai politik di Indonesia. 

"Saya melihat ada budaya politik baru yang coba Rian sampaikan ke saya dan ada tawaran tentunya dan akhirnya saya gabung PSI karena menurut saya PSI secara nyata konkrit berpihak pada kebutuhan anak muda dalam politik," ujarnya.

Meskipun berbeda pilihan politik ketika pilpres 2019, Faldo Maldini tidak akan canggung dan mencoba untuk beradaptasi.

Ia menambahkan jika politik itu cair dan terkadang saling dukung, saling berkontestasi, saling sepakat atau tidak sepakat itu hal yang biasa.

"Asalkan tujuan kita untuk kebaikan Indonesia,"ujarnya. (*)

(Tribunnews.com/Faisal Abdul Muhaimin)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas