Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tangkal Semua Ancaman Ideologi Selain Pancasila, Apalagi Usaha Pendunguan Ideologi

Saat ini Pancasila menghadapi ancaman laten dan nyata dari manipulator agama, serta intoleransi antarumat beragama

Tangkal Semua Ancaman Ideologi Selain Pancasila, Apalagi Usaha Pendunguan Ideologi
istimewa
Tigor Mulo Horas Sinaga, Sekretaris Jenderal Generasi Optimis (GO) Indonesia dalam Diklat Pembinaan Ideologi Pancasila yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP-RI) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Upaya pembumian dan habituasi nilai-nilai Pancasila sebagai dasar filsafat negara adalah langkah efektif untuk melatih masyarakat mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan berbangsa, serta untuk mencegah terjadinya konflik antarsuku, agama, dan daerah.

Direktur Eksekutif Generasi Optimis Research & Consulting Tigor Mulo Horas Sinaga mengatakan upaya pembumian dan habituasi nilai-nilai Pancasila yang dilakukan pemerintah juga efektif sebagai mitigasi risiko bernegara dari ancaman pemecah-belah bangsa.

Saat ini Pancasila menghadapi ancaman laten dan nyata dari manipulator agama, serta intoleransi antarumat beragama.

Dengan pemahaman nilai-nilai Pancasila akan menciptakan dan menumbuhkan jiwa gotong-royong, persatuan, dan kesatuan.

"Pembumian Pancasila itu mendesak sifatnya, karena jika tidak dilakukan, maka Pancasila bisa kalah dengan ideologi lain. Karena ancamannya nyata. Ancaman manipulator agama yang radikalis dan intoleransi itu ada," ujar Horas dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Baca: Rocky Gerung Nilai Jokowi Tidak Paham Pancasila, Moeldoko : Kacamatanya Buram

Pria yang juga Sekjen Dewan Pimpinan Nasional Generasi Optimis Indonesia itu juga mengatakan Pancasila memang telah berhasil menjadi pemersatu bangsa Indonesia, namun Horas berpendapat Pancasila harus diperkuat. Karena bangsa Indonesia tidak bisa selama-lamanya selalu menganggap Pancasila itu sakti.

"Pancasila memang sakti dan pernah teruji atas serangan komunis pada masa Orde Lama dan peralihan ke Orde Baru. Tetapi jika dinamika internal kita tidak diantisipasi dengan ikhtiar pembumian ideologi Pancasila, saya khawatir Pancasila terkalahkan oleh ideologi luar yang sektarian dan intoleran," tuturnya

Dijelaskan awal mula runtuhnya suatu negara bukan saja disebabkan dari serangan eksternal melainkan disebabkan juga dari internal. Maka dari itu ikhtiar pembumian Pancasila sangat penting agar masyarakat saling menghormati, dan tidak mengalami perpecahan.

"Indonesia di ambang bahaya kalau Pancasila tidak kita bumikan kembali. Kami mendorong Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tetap bersemangat dalam membumikan Pancasila, dan terjun sampai ke akar rumput masyarakat, jika perlu gandeng semua elemen dan tokoh masyarakat," kata Horas.

Baca: Andre Rosiade Berharap Ada Dialog Antara FPI dan Pemerintah Soal Perpanjangan SKT

Ditambahkan lagi dalam acara presidential lecture, Presiden Jokowi sudah tepat meminta jajarannya untuk mengajak generasi muda atau yang dikenal sebagai generasi milenial membumikan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas