Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Jiwasraya

Ditahan Kejaksaan Agung, Ini Rekam Jejak Mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo

Hary Prasetyo menjadi satu dari lima orang yang ditetapkan Kejaksaan Agung RI sebagai tersangka kasus Jiwasraya

Ditahan Kejaksaan Agung, Ini Rekam Jejak Mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo
Tribunnews.com/ Igman Ibrahim
Mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo keluar menggunakan rompi tahanan berwarna merah jambu saat keluar dari Gedung Bundar, Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Selasa (14/1/2020). 

Hary merasa harus belajar asuransi dari nol dan dalam waktu sesingkat mungkin.

Karena selama karirnya sebagai profesional, dia tak pernah bersinggungan langsung dengan industri asusransi.

Baca: Kejagung Titip Dua Tahanan Kasus Jiwasraya ke KPK

Dia benar-benar orang pasar modal, dimulai dari perusahaan yang didirikannya seusai meraih gelar bachelor di Amerika Serikat, yakni PT Dhana Wibawa Arta Cemerlang.

Kemudian Hary gabung dengan PT Artha Graha Sentral selepas menyelesaikan pendidikan S2, selanjutnya ke PT Trimegah Securities Tbk.

Sempat bergabung dua setengah tahun di PT Batasa Capital sehingga sempat mengenal keuangan syariah.

Kemudian Hary bergabung dengan PT Lautandhana Investment Management sejak Maret 2005 hingga Januari 2008 dengan jabatan terakhir sebagai Direktur Utama.

Meskipun sangat menikmati pekerjaannya sebagai eksekutif di perusahaan asuransi, Hary Prasetyo tak dapat melupakan cinta pertamanya yakni industri pasar modal.

Dia merupakan pemegang lisensi sebagai wakil manajer investasi (WMI) yang dikantonginya sejak tanggal 1 September 2005.

Ditahan di Rutan berbeda

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejagung RI, Adi Toegarisman mengatakan, kelima tersangka kasus dugaan korupsi Jiwasraya ditahan di tempat terpisah.

Menurut Adi Togarisman, pemisahan penahanan berdasarkan pertimbangan penyidik untuk kepentingan pemeriksaan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas