Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Langkah Cepat Harus Diambil untuk Memastikan Virus Corona Tidak Menyebar di Daerah

Cecep Suryadi mengungkapkan merebaknya virus corona harus disikapi serius dan penuh inisiatif bukan saja oleh otoritas kesehatan pemerintah pusat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Langkah Cepat Harus Diambil untuk Memastikan Virus Corona Tidak Menyebar di Daerah
iStockphoto
ILUSTRASI - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar menerima tiga pasien wisatawan asing suspect atau dicurigai terjangkit virus Corona pada Rabu (22/1/2020) lalu. Hasil Lab Negatif, Tiga Pasien Suspect Virus Corona di RSUP Sanglah Dipulangkan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP), Cecep Suryadi mengungkapkan merebaknya virus corona di beberapa negara tetangga harus disikapi serius dan penuh inisiatif bukan saja oleh otoritas kesehatan pemerintah pusat.

Menurut cecep Suryadi, dinas-dinas kesehatan di daerah yang menjadi pintu masuk orang, khususnya di daerah-daerah perbatasan harus lebih intens memastikan peredaran orang masuk yang steril.

Demikian juga dengan pihak PT Angkasa Pura, PT Pelindo, dan lainnya.

"Perlu juga diwaspadai apakah virus tersebut dapat menyebar menggunakan media selain manusia, mengingat banyaknya barang masuk dari luar yang bisa dengan mudah berpindah tangan," ujar Cecep Suryadi kepada Tribunnews, Minggu (26/1/2020).

Langkah cepat harus diambil untuk memastikan virus corona tidak menyebar di daerah-daerah di tanah air.

Informasi serta merta harus segera disampaikan secara massif oleh badan publik seperti kementerian kesehatan, Pelindo, Angkasa Pura, pemerintah daerah.

"Termasuk memastikan di beberapa pulau-pulau terluar dimana celah untuk masuk dari negara tetangga terbuka lebar. Misalnya di Kabupaten Kepulauan Meranti, Batam, Tanjung Pinang dan lain-lain dimana peredaran orang dan barang masuk sangat intens," kata dia.

Baca: VIDEO Seorang Dokter di China Tertekan & Marah-marah, Lantaran Banyak Pasien Terinfeksi Virus Corona

Baca: Soal Virus Corona, Mahasiswa Indonesia di Wuhan: Kami Selalu Menduga-duga Apa Kami Sudah Terinfeksi

Rekomendasi Untuk Anda

Cecep mengatakan langkah yang bagus diambil Sumatera Barat yang memastikan Bandara Minangkabau steril dari merebaknya virus corona yang masih belum didapati serum penawarnya.

"Langkah ini harus berkelanjutan dan lebih massif," harapnya.

41 Korban Jiwa

Sementara itu virus corona terus membawa korban nyawa. Kali ini seorang dokter di sebuah rumah sakit di Provinsi Hubei, China, yang menjadi pusat wabah, dilaporkan meninggal akibat virus tersebut.

Pemerintah China melaporkan, saat ini korban meninggal bertambah menjadi 41 orang dari semula 26 orang.

Jaringan Televisi Global China melalui cuitannya di akun Twitter, Sabtu (25/1/2020), menyebut Dokter Liang Wudong, tenaga medis di Hubei Xinhua Hospital yang berada di garis depan dalam melawan wabah virus corona di Kota Wuhan, meninggal akibat virus tersebut pada usia 62 tahun.

Pada saat ini virus corona telah menginfeksi sekira 1.300 orang di seluruh dunia.

Sebagian besar orang yang terinfeksi berada di wilayah China, mencapai 1.287 kasus.

Baca: PKB Desak Pemerintah Sebar Info Bahaya Virus Corona Lewat SMS Blast

Baca: Kader PDIP Minta Stop Sementara Turis China Masuk Indonesia untuk Cegah Virus Corona

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas