Tribun

Penyidik KPK Diteror

Novel Baswedan Menolak Ikut Rekonstruksi karena Mata Kanannya Tak Tahan Melihat Cahaya

Novel Baswedan menolak untuk melakukan rekonstruksi dengan alasan mata kanannya tidak tahan melihat cahaya.

Editor: Dewi Agustina
Novel Baswedan Menolak Ikut Rekonstruksi karena Mata Kanannya Tak Tahan Melihat Cahaya
Tribunnews.com/Lusius Genik
Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kejadian penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, Jakarta, Jumat (7/2/2020). 

"Kalau yang saya lihat selama saya berjaga di sini memang pakai pemeran pengganti," ujarnya.

Dedy tidak mengungkapkan ihwal kenapa Novel tidak ikut dilibatkan dalam rekonstruksi perdana tersebut. Yang jelas, kegiatan rekonstruksi kemarin dinilai telah sah secara hukum.

"Itu adalah hal wajar dalam pelaksanaan rekonstruksi dimanapun, pengamanan dan penjagaan di sekitar lokasi pelaksanaan rekonstruksi," kata Dedy.

Baca: Sebulan Hengkang dari Istana, Kabar Terkini Pangeran Harry dan Meghan Dapat Rp7 Miliar, Kerja Apa?

Baca: Valentino Rossi Beberkan Alasan di Balik Kemauan Yamaha Menarik Fabio Quartararo ke Tim Pabrikan

Novel Menolak

Novel sendiri sempat melewati dan menyaksikan proses tersebut. Namun ia menolak untuk melakukan rekonstruksi dengan alasan mata kanannya tidak tahan melihat cahaya.

Novel menuturkan, ia mulai rajin menggunakan topi agar menjaga matanya tidak terpapar langsung oleh cahaya matahari. Mata kirinya kini telah mengalami kerusakan hingga tidak bisa melihat.

"Ketika mata kiri saya sudah permanen tidak bisa lihat lagi, tentu saya harus hati-hati sekali dengan mata kanan saya. Dengan kegiatan rekonstruksi tadi saya sampaikan ke penyidik bahwa saya tidak bisa mengikuti. Saya pikir hanya alasan kesehatan saja," ujar Novel.

Novel Baswedan (Youtube/KOMPASTV)
Novel Baswedan (Youtube/KOMPASTV) (Youtube/ KOMPASTV)

Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri juga menyebutkan, kondisi kesehatan Novel Baswedan khususnya terkait kedua matanya akibat disiram air keras, terus memburuk.

Kata Ali, hasil pemeriksaan terakhir pada 5 Februari 2020 di Singapura, tim dokter yang selama ini menangani mata Novel menyatakan, kondisi mata kiri tidak dapat diperbaiki lagi.

"Karena kerusakan sebagian besar retina. Sehingga, kondisi terakhir mata kiri hanya dapat melihat cahaya," kata Ali kepada wartawan, Jumat (7/2/2020).

Baca: Li Wenliang, Dokter Pertama yang Peringatkan Virus Corona Meninggal, Istrinya Tengah Hamil 5 Bulan

Baca: Cap Go Meh TMP Santuni Puluhan Anak Yatim

Halaman
1234
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas