Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Jokowi Diingatkan soal Pendekatan Geopolitik Hadapi Empat Kekuatan Ekonomi Dunia

Di tengah pusaran empat besar kekuatan dunia tersebut pemerintah RI diminta tetap waspada dan tidak terlena, sembari fokus membenahi perekonomian.

Jokowi Diingatkan soal Pendekatan Geopolitik Hadapi Empat Kekuatan Ekonomi Dunia
Harian Warta Kota/Henry Lopulalan
Marwan Jafar ( kanan) n) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dunia kini memiliki empat kekuatan ekonomi besar.

Mereka adalah AS, China, Jepang dan India.

Keempatnya saling berebut pengaruh kekuatan ekonomi dunia.

Di tengah pusaran empat besar kekuatan dunia tersebut pemerintah RI diminta tetap waspada dan tidak terlena, sembari fokus membenahi perekonomian dalam negeri.

"Jangan sampai terlena dengan senantiasa membenahi perekonomian domestik. Fokus upaya seperti ini, memang tetap sangat diperlukan. Namun demikian, jangan pemerintah menjadi lengah atau terlupa dengan posisi maupun potensi nilai keekonomian di tengah perebutan pengaruh kekuatan ekonomi besar dunia, "ujar Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Jafar kepada Tribun, Senin(17/2/2020).

Menurut Marwan, jika secara geopolitik ekonomi pemerintah lupa atau tidak menyadari di mana sesungguhnya posisi strategisnya, kita hanya tinggal menjadi penonton di tengah pertarungan para raksasa ekonomi itu.

Ia mengungkapkan, indikasi tumbuhnya kesadaran geopolitik tersebut terutama saat era Presiden KH Abdurrahman Wahid menggagas dan mewujudkan Kementerian Kelautan dan Perikanan seperti kita kenal sekarang yang berupaya mengembalikan potensi besar kemaritiman.

"Kita perhatikan dengan nuansa dan dinamika yang variatif, mestinya pemerintah tetap memperkuat fondasi perekonomian nasional buat merespon perkembangan perebutan pengaruh perekonomian global yang makin tak terhindarkan. Terkait hal ini, saya kira langkah-langkah pemerintah sudah cukup signifikan," ujar Marwan.

Secara kronologis, tambahnya, perebutan pengaruh pemain besar ekonomi dunia mutakhir, bisa dicatat momentumnya sejak tahun 2007 saat PM Jepang Shinzo Abe berpidato di depan parlemen India berjudul 'Confluence of the Two Seas' seraya menyebut potensi Indo Pasifik.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: TribunJakarta
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas