Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mahfud MD: Ketidakadilan dan Toleransi Gangguan Menuju Indonesia Emas 2045

Mahfud MD mengatakan terdapat beberapa gangguan terhadap proses menuju Indonesia Emas 2045.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Mahfud MD: Ketidakadilan dan Toleransi Gangguan Menuju Indonesia Emas 2045
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
Menko Polhukam Mahfud MD berpidato di Balai Purnomo Prawiro, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (17/2/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan terdapat beberapa gangguan terhadap proses menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Mahfud, gangguan pertama adalah kurang bersatunya masyarakat Indonesia.

Intoleransi, menurut Mahfud, merupakan penyebab terjadinya masyarakat Indonesia kurang bersatu.

"Saat ini, gangguan kita adalah kekurang bersatuan. Misalnya muncul gejala intoleransi, dimana orang yang berbeda dianggap musuh," ujar Mahfud di Balai Purnomo Prawiro, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (17/2/2020).

Baca: Ketua MK Luruskan Pandangan Sejumlah Pihak Terkait RUU Omnibus Law

Menurutnya saat ini muncul sekelompok orang yang menganggap orang yang berbeda sebagai lawan.

Sementara gangguan kedua, menurut Mahfud adalah ketidakadilan.

"Gangguan kedua adalah ketidakadilan. Kalau ketidakadilan terjadi, maka proses menuju Indonesia Emas 2045 itu akan sulit dicapai," tutur Mahfud.

Rekomendasi Untuk Anda

Mahfud mengatakan sebuah negara yang tidak adil bisa disebut negara yang disorientasi atau menyimpang dari orientasi yang seharusnya.

Mahfud mengatakan ketidakpercayaan publik dapat bangkit jika disorientasi terus berlanjut.

"Kalau pemerintahnya tidak adil maka rakyatnya akan tidak percaya. Kalau rakyat tidak percaya kepada pemerintah dan kelangsungan negaranya akan terjadi disobedient, artinya pembangkangan," pungkas Mahfud.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas