Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pemulangan WNI Eks ISIS

Pemerintah Masih Pelajari Langkah Pencabutan Kewarganegaraan WNI Simpatisan ISIS

"Belum-belum masih di kaji, masih terus dikaji data-data dulu," kata Yasonna di Komplek Istana Kepresidenan

Pemerintah Masih Pelajari Langkah Pencabutan Kewarganegaraan WNI Simpatisan ISIS
Tribunnews.com/Taufik Ismail
Menkumham Yasonna Laoly. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan pihaknya masih mengkaji pencabutan status kewarganegaraan warga simpatisan ISIS di Suriah.

Hal itu menyusul keputusan pemerintah tidak akan memulangkan 689 WNI dari sana. 

Baca: Ingin Pulang ke Inggris, Wanita Asal London Menyesal Gabung ISIS Setelah Kewarganegaraannya Dicabut

"Belum-belum masih dikaji, masih terus dikaji data-data dulu," kata Yasonna di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, (20/2/2020).

Pendataan dilakukan untuk menangkal para teroris lintas batas itu masuk ke Indonesia secara ilegal.

Selain itu pendataan juga dilakukan untuk mengetahui jumlah anak-anak yang kehilangan orangtuanya.

Untuk diketahui pemerintah masih membuka peluang bagi anak-anak untuk kembali ke Indonesia.

Yasonna mengatakan pemerintah saat ini masih rapat bersama BNPT membahas proses identifikasi serta pencabutan kewarganegaraan tersebut.

 "Belum sekarang kita masih rapat terus dengan BNPT," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan kombatan ISIS asal Indonesia yang berada di Suriah tidak mengakui diri sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).

Halaman
12
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas