Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ibu Kota Baru

Bantah Ahok jadi 'Anak Emas' Jokowi, Ali Ngabalin: Orang Nyinyir, Istilah Apa Saja Bisa Dipakai

Ali Mochtar Ngabalin angkat bicara soal terpilihnya ahok menjadi kandidat pemimpin ibu kota baru dan anggapan Ahok sebagai anak emas Jokowi.

Bantah Ahok jadi 'Anak Emas' Jokowi, Ali Ngabalin: Orang Nyinyir, Istilah Apa Saja Bisa Dipakai
Tribunnews.com/ Taufik Ismail
Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin, Minggu, (9/2/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok masuk dalam empat kandidat calon pemimpin Ibu Kota Negara (IKN) yang diumumkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Senin (2/3/2020).

Komisaris Utama PT Pertamina ini dinilai memiliki rekam jejak yang bagus saat memimpin Jakarta.

Kendati demikian masuknya nama Ahok membuat sejumlah pihak yakin, eks Bupati Belitung Timur itu adalah 'anak emas' Jokowi.

Menanggapi hal ini, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin dengan tegas membantah.

Menurutnya, tidak ada namanya anak emas, melainkan putra terbaik bangsa dengan kemampuan mumpuni.

Pernyataannya ini Ali sampaikan dalam program Dua Arah yang dikutip dari YouTube KompasTV, Selasa (10/3/2020).

Baca: Soal Bos Ibu Kota Baru, Pengamat Politik Soroti Kedekatan Ahok dengan Jokowi: Pak Wapres Kalah

Baca: Lihat Momen Ngabalin Minta Politisi PDIP Tepuk Tangan setelah Bela Ahok soal Ini: Tuhan Aja Sayang

s
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin (YouTube Kompas tv)

Sebelumnya, Ali Ngabalin membahas terkait sosok Ahok yang menjadi satu di antara kandidat bos Ibu Kota Baru di Kaltim.

Menurutnya, wajar bila Jokowi memilih mantan Gubernur DKI Jakarta ini untuk menjadi calon pemimpin Ibu Kota Baru.

Ali Ngabalin percaya, siapapun yang dipilih oleh Jokowi merupakan sosok yang memiliki kapasitas yang dinilai mampu untuk memimpin ibu kota pengganti Jakarta ini.

"Kalau menyebut nama Ahok dan calon CEO untuk ibu kota negara baru, adakah masalah dan yang ganjil di situ?" ujar Ali Ngabalin.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Isnaya Helmi Rahma
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas