Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rakernas PAN

Karyono: Naif jika Partai Baru Hanya Andalkan Figur Amien Rais

Partai tersebut akan semakin berat ke depan jika PT dinaikkan lagi. Hal itu yang hampir dialami oleh PPP yang hampir tak lolos PT pada Pemilu 2019

Karyono: Naif jika Partai Baru Hanya Andalkan Figur Amien Rais
Bobby Constantine Koloway
Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais, dan Ketua DPW PAN Jatim, Masfuk hadir pada acara Rakerwil PAN Jatim, Minggu (12/1/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menyoroti internal yang terjadi di dalam tubuh Partai Amanat Nasional (PAN).

Karyono menyebut, jika PAN mengalami pembelahan hingga muncul partai sempalan, maka baik PAN pimpinam Zulkifli Hasan maupun partai baru yang akan didirikan Amien Rais dan para loyalisnya bisa terancam tidak lolos Parlementary Thershold (PT) karena suaranya pasti terbelah.

Baca: Deretan Kisah Penjemputan Pasien Positif Covid-19, Nekat Sembunyi hingga Peluk Warga Agar Tertular

Partai tersebut akan semakin berat ke depan jika PT dinaikkan lagi. Hal itu yang hampir dialami oleh PPP yang hampir tak lolos PT pada Pemilu 2019 lalu.

Ia menyebut, Partai baru sempalan dari PAN yang akan didirikan tidak cukup mengandalkan figur Amien Rais.

Pasalnya, beberapa tahun belakangan, pamor Amien Rais kian merosot, pengaruhnya semakin memudar, sehingga sulit diharapkan sebagai magnet politik untuk menggaet dukungan suara.

"Yang bakal terjadi justru kedua partai hanya akan berebut pada ceruk pemilih yang sama, yaitu mengandalkan basis dukungan kalangan Muhammadiyah ditambah sedikit kalangan di luar Muhammadiyah," kata Karyono kepada Tribunnews, Senin (18/5/2020).

Baca: Presiden Minta Prosedur Penyaluran Paket Sembako dan BLT Disederhanakan

Di sisi lain, Karyono melihat para loyalis Amien Rais sungguh naif bila hanya mengandalkan figur pendiri PAN itu.

Pasalnya, figur Amien Rais sudah kehilangan momentumnya untuk dijadikan vote getter.

Sosok Amien memang dianggap populer di masa reformasi, tapi seiring dengan waktu dinamikanya telah berubah.

Baca: 100 Persen Tersalurkan, Korlantas Pastikan 197 Ribu Supir Terima Bantuan Rp 600 Ribu

"Figur Amien sulit diandalkan untuk memperluas spektrum dukungan politik karena pengaruhnya tidak lagi seperti di era reformasi," ucap Karyono.

Halaman
12
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas