Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Warga Diminta Tidak Terima Tamu, Bermaaf-maafan saat Hari Raya Idul Fitri tak Harus Secara Fisik

Menerima tamu di tengah pandemi corona dapat membahayakan karena banyak orang yang mengidap Covid-19 tapi tidak menunjukkan gejala klinis.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Warga Diminta Tidak Terima Tamu, Bermaaf-maafan saat Hari Raya Idul Fitri tak Harus Secara Fisik
Muhammad Rizki Hidayat/Tribun Jakarta
Menteri Agama Fachrul Razi (tengah), saat diwawancarai awak media, di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat pagi (13/3/2020) 

TRIBUNNEWS.COM JAKARTA - Menteri Agama Fachrul Razi meminta masyarakat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan keluarga inti saja. Dia meminta masyarakat tidak melakukan perjalanan atau menerima tamu saat lebaran.

"Berlebaran di rumah saja dengan keluarga inti. Tidak usah kemana-mana, tidak usah menerima tamu," ujar Fachrul Razi melalui webinar, Kamis (21/5/2020).

Menurut Fachrul, menerima tamu di tengah pandemi corona dapat membahayakan karena banyak orang yang mengidap Covid-19 tapi tidak menunjukkan gejala klinis.

Baca: Bacaan Niat Bayar Zakat Fitrah H-2 Lebaran, Disertai Lafal Latin dan Artinya

"Karena kembali, kita tidak tahu jelas tamu yang datang mungkin membawa virus, karena memang sekarang banyak orang tanpa gejala," ucap Fachrul.

Fachrul mengatakan, saat ini banyak platform digital yang dapat membantu masyarakat dalam berkomunikasi.

Platform tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyambung tali silaturahmi di tengah pandemi corona.

Menurutnya, silaturahmi dan bermaaf-maafan saat Hari Raya Idul Fitri tidak harus dilakukan secara fisik.

Baca: Lewat Video Conference, PM Jepang Menghadiri Upacara Pembukaan Rumah Sakit Kota Başakşehir Turki

Rekomendasi Untuk Anda

"Memang bermaaf-maafan atau silaturahmi kan tidak harus lewat fisik. Silaturahmi terjadi bukan karena kedekatan fisik tapi karena kedekatan batin, kedekatan hati," kata Fachrul.

Seperti diketahui, pemerintah mengeluarkan larangan mudik pada Hari Raya Idul Fitri. Larangan ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Fachrul juga mengajak masyarakat menyambut Hari Raya Idul Fitri tetap dengan penuh kebahagiaan meski masih berada di tengah pandemi corona.

"Covid-19 tidak boleh mengurangi kegembiraan kita dalam menyambut hari kemenangan. Setiap menyongsong Idul Fitri pasti kita penuh kegembiraan, karena kita menyongsong hari kemenangan," ujarnya.

Baca: Diawali Taufik Hidayat, Sejumlah Atlet Mulai Berani Beberkan Borok PBSI

Fachrul mengatakan, biasanya pada Hari Raya Idul Fitri banyak kegiatan yang dilakukan untuk dirayakan.

Menurut Fachrul, kegiatan tersebut memberikan kebahagiaan mendalam bagi umat Islam.

Kegiatan seperti mudik, takbir keliling, salat Id hingga bersilaturahmi antar sanak famili biasanya mengisi perayaan Idul Fitri di tanah air.

"Itu sebuah kegembiraan yang sangat luar biasa," tutur Fachrul.

Pada masa pandemi corona ini, Fachrul meminta masyarakat beradaptasi dengan melakukan kegiatan-kegiatan tersebut dari rumah saja. Langkah ini menurutnya wajib diikuti masyarakat untuk menghindari penyebaran virus corona.

"Sehingga ibadah tetap kita lakukan sebagaimana mestinya, namun pada sisi lain penyebaran wabah Covid-19 dapat kita tekan," ujarnya.(fahdi/tribunnetwork/cep)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas