Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Politikus PKS Minta Perkuat Ketahanan dan Keamanan Siber Terkait Isu Data Pasien Tes Covid-19 Bocor

Sukamta mengatakan apabila klaim itu benar adanya, maka hal tersebut adalah kejahatan besar dan serius.

Politikus PKS Minta Perkuat Ketahanan dan Keamanan Siber Terkait Isu Data Pasien Tes Covid-19 Bocor
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Anggota Komisi I DPR RI dari fraksi PKS Sukamta 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS Sukamta angkat bicara perihal isu adanya pihak yang mengklaim telah meretas sekitar 230 ribu data pasien tes Covid-19 di Indonesia untuk dijual di dark web.

Sukamta mengatakan apabila klaim itu benar adanya, maka hal tersebut adalah kejahatan besar dan serius.

Karena pencurian data yang bocor adalah pasien Covid-19 dan meliputi nama, NIK hingga hasil tes Covid-19 di saat pandemi seperti sekarang.

"Derajat kejahatannya dobel. Saya berulang kali sudah ingatkan khususnya pemerintah sejak awal soal ketahanan siber saat aplikasi Zoom diretas dan data pelanggan Tokopedia serta Bukalapak diduga bocor beberapa waktu lalu.

Bahwa saat pandemi seperti ini ketika semua orang fokus kepada Covid-19, ada potensi celah bagi para penjahat untuk meningkatkan aksi kejahatan sibernya," ujar Sukamta, dalam keterangannya, Senin (22/6/2020).

Dia mengatakan data BSSN mencatat adanya kenaikan serangan siber selama pandemi.

Baca: Dampak Pandemi Covid-19 Pada Industri Film, Kru Banyak Nganggur, Tak Berpenghasilan Selama PSBB

Baca: Dahnil Anzar: Pandemi Bisa Membangun Solidaritas di Tengah Potensi Perang di Laut China Selatan

Baca: Penampilannya Hadiri Pernikahan Saat Pandemi Jadi Sorotan, Bella Saphira Ngaku Ingat Cita-cita Kecil

Laporan IBM juga menunjukkan secara global terdapat kenaikan serangan siber hingga 6.000 % dalam tiga bulan terakhir.

"Makanya kita jangan sampai lengah di situ. Ketahanan siber harus semakin diperkuat dalam masa pandemi seperti ini," kata dia.

Meski RUU Pelindungan Data Pribadi dan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber masih akan dibahas di DPR, Sukamta mengingatkan sebenarnya Indonesia sudah memiliki Peraturan Pemerintah Tentang Pelindungan Data Pribadi.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas