Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Moeldoko Ingatkan Daerah Tak Buru-buru Lakukan Pelonggaran Menuju New Normal

Moeldoko mengingatkan kepada daerah yang akan melakukan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) harus..

Moeldoko Ingatkan Daerah Tak Buru-buru Lakukan Pelonggaran Menuju New Normal
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dalam webinar bertajuk Sinergi Gerak Masyarakat Menghadapi Dampak Adaptasi Kebiasaan Baru melalui virtual, Selasa (23/6/2020). / Capture Zoom 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengingatkan kepada daerah yang akan melakukan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) harus benar-benar memperhatikan data penyebaran Covid-19.

Terlebih, dalam mengambil kebijakan menentukan kenormalan baru di wilayahnya.

Moeldoko minta diperhatikan betul waktu yang tepat dalam mengambil keputusan pelonggaran PSBB.

Baca: Keputusan Presiden, Moeldoko Lantik Lima Deputi di Lingkungan KSP, Berikut Profilnya

Hal itu disampaikan Moeldoko dalam webinar bertajuk Sinergi Gerak Masyarakat Menghadapi Dampak Adaptasi Kebiasaan Baru melalui virtual, Selasa (23/6/2020).

"Terhadap daerah yang akan melakukan pelonggaran, menuju new normal, supaya betul-betul memperhatikan masalah waktu dengan sebaiknya. Tidak grasa grusu tapi juga harus didukung data yang akurat," kata Moeldoko.

Menurut Moeldoko, kecermatan data serta ketepatan waktu sangat dibutuhkan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Baca: Moeldoko Beberkan Kesiapan Pemerintah Menghadapi Gelombang Kedua Pandemi Covid-19

Mantan Panglima TNI ini juga mengingatkan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pentingnya prakondisi dan sosialisasi protokol kesehatan sebaik-baiknya kepada masyarakat.

"Disiplin mengenakan masker, cuci tangan, menjaga jarak, dan semaksimal dan mungkin untuk tidak berada di dalam kerumunan," ucapnya.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas