Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Keluarga Korban Kecelakaan Heli MI-17 di Pegunungan Bintang Papua Dapat Penghargaan KSAD

Santunan tersebut berupa satu unit sepeda, satu unit meja belajar, satu set alat masak untuk usaha makanan catering.

Keluarga Korban Kecelakaan Heli MI-17 di Pegunungan Bintang Papua Dapat Penghargaan KSAD
Tribun Jateng/Dhian Adi Putranto/Iwan Arifianto
PROSESI PEMAKAMAN SECARA MILITER - Prosesi pemakaman jenazah Lettu Wisnu Tia Arumi dilaksanakan secara militer dengan inspektur upacara Komandan Puspenerbad, Mayor Jenderal TNI Teguh Pudjo Rumekso. Prajurit yang gugur dalam kecelakaan Helikopter MI-17 di Kendal itu dimakamkan di Bergota II atau TPU Kembangarum, Minggu (7/6) siang dihadiri keluarga dan sejumlah pelayat. Insert: Penyemproten disinfektan di lokasi pemakaman. Karangan bunga di rumah duka. (Tribun Jateng/Dhian Adi Putranto/Iwan Arifianto) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Guta Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Andika Perkasa memberikan santunan duka cita kepada keluarga korban kecelakaan Helikopter MI-17 yang sempat hilang kontak di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Santunan tersebut berupa satu unit sepeda, satu unit meja belajar, satu set alat masak untuk usaha makanan catering.

“Kami turut berduka cita. Santunan duka cita merupakan bentuk support TNI AD agar keluarga yang ditinggalkan dapat melanjutkan hidup dengan baik,” ungkap Andika dalam tayangan TNI AD 60" yang diunggah pada akun Instagram resmi TNI AD, @tni_angkatan_darat pada Minggu (28/6/2020).

Selain memberikan bantuan santunan, Andika yang hadir bersama Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Hetty Abdika Perkasa memberikan semangat dan motivasi kepada keluarga korban.

Baca: Lettu Cpn Vira Yudha Korban Helikopter M-17 yang Jatuh Akhirnya Meninggal Dunia

Sebelumnya, tim evakuasi berhasil mengidentifikasi 12 prajurit korban kecelakaan yang berada di dalam helikopter setelah dilakukan pencarian selama delapan bulan.

Dalam kecelakaan tersebut terdapat tujuh orang kru dan lima orang personel Satgas Yonif 725/Wrg yang akan melaksanakan pergantian pos.

Baca: Kontak Tembak, TNI Kuasai Markas KKB di Distrik Serambakon Pegunungan Bintang

Helikopter milik TNI Angkatan Darat hilang kontak di Kabupaten Pegunungan Bintang sejak 28 Juni 2019 dan ditemukan di Pegunungan Mandala, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua pada 12 Februari 2020.

Tim evakuasi berhasil mendarat pada ketinggian kaki di Pegunungan Mandala pada 14 Februari 2020.

Saat ditemukan kondisi Helikopter MI-17 telah hancur.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas