Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kinerja Menteri Jokowi

Amien Rais: Pak Jokowi Sedang Bermain Sandiwara Politik Supaya Kembali Dicintai Rakyatnya

Dia berharap, jika benar akan melakukan perombakan kabinet, maka Jokowi jangan mengulang kesalahan yang sama.

Amien Rais: Pak Jokowi Sedang Bermain Sandiwara Politik Supaya Kembali Dicintai Rakyatnya
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Rakernas V PAN yang digelar di Hotel Milennium, Tanah Abang, Jakarta pada Sabtu (7/12/2019), sempat ricuh. Amien Rais ajak kader istighfar tiga kali. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus Senior Amien Rais mengaku kasihan sekaligus tertawa melihat Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah-marah kepada para menterinya dan mengancam akan merombak kabinet (reshuffle) pada 18 Juni, pekan lalu.

"Saya terbit kasihan, terbit ketawa juga, kemudian seperti menepuk air didulang, terpercik muka sendiri juga," ujar Amien Rais, seperti dikutip Tribunnews.com dari video yang yang diposting dalam akun Instagram pribadinya @amienraisofficial, Rabu (2/7/2020).

Amien Rais menilai, kemarahan Jokowi ini bisa dilihat dari sejumlah kemungkinan.

Ia menduga, Jokowi sedang bermain sandiwara politik. 

"Pertama itu Pak Jokowi sedang bermain sandiwara politik. Itu dengan mengaduh-aduh, merintih-rintih, biar rakyat kembali menjadi mempercayai Pak Jokowi mencintai, beliau harus dibela," jelas mantan Ketua MPR RI itu.

"Jadi kesalahan fatal itu, kemarahannya Pak Jokowi itu kan terbatas, dipublikasikan, seluruh umat manusia tahu, akhirnya dunia malah jadi mengetahui," kata Amien Rais.

Melalui sandiwara itu menurut Amien Rais, Jokowi ingin mendapat simpati rakyat ketika menyalahkan para menteri yang dipilihnya bersama tim.

Amien Rais mengingatkan Jokowi untuk fokus guna mempebrbaiki kinerjanya.

Jika memang ingin merombak kabinet, maka lakukan segera tanpa mengulangi kesalahan yang sama saat memilih jajaran pembantunya.

Karena kata dia, jika Jokowi kembali salah memilih, maka nasibnya akan sama seperti Presiden kedua RI Soeharto saat di akhir kekuasaannya.

Halaman
1234
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas