Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Hakim Konstitusi dan Kuasa Hukum Pemohon Berdebat Soal Status Ki Gendeng Pamungkas

Julianta Sembiring meyakini Ki Gendeng Pamungkas yang meninggal dunia itu orang berbeda dengan pemohon uji materi.

Hakim Konstitusi dan Kuasa Hukum Pemohon Berdebat Soal Status Ki Gendeng Pamungkas
Tribunnews.com
Foto ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Majelis hakim konstitusi menggelar sidang uji materi perbaikan permohonan pengujian Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Senin (6/7/2020).

Pada sidang itu, hakim konstitusi, Saldi Isra dan anggota tim kuasa hukum Ki Gendeng Pamungkas (Pemohon), Julianta Sembiring, berdebat mengenai identitas Ki Gendeng Pamungkas.

Paranormal Isan Marsadi alias Ki Gendeng Pamungkas meninggal dunia di RS Mulia, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (6/6/2020). Almarhum meninggal dunia karena penyakit diabetes dan komplikasi penyakit.

Baca: Pemohon Uji Materi Bernama Ki Gendeng Pamungkas Bingungkan MK, Kuasa Hukum Dimiinta Klarifikasi

Permohonan perkara yang diregistrasi Nomor 35/PUU-XVIII/2020 ini diajukan oleh Ki Gendeng Pamungkas. Pada persidangan kali ini, Saldi Isra meminta Julianta Sembiring untuk mengklarifikasi soal status Ki Gendeng Pamungkas.

Julianta Sembiring meyakini Ki Gendeng Pamungkas yang meninggal dunia itu orang berbeda dengan pemohon uji materi.

“Kami membawa bukti surat kematian, tetapi atas nama Imam Santoso, Yang Mulia. Jadi bukan Ki Gendeng Pamungkas. Bisa kami tunjukkan, Yang Mulia?” ujar Julianta, dalam persidangan, seperti dilansir laman MK, Senin (6/7/2020).

Saldi mengizinkan kuasa hukum Pemohon menunjukkan surat keterangan kematian Imam Santoso. “Anda yakin Imam Santoso yang ada surat kematiannya ini tidak sama dengan Ki Gendeng Pamungkas?” tanya Saldi. Kuasa hukum Pemohon menegaskan Imam Santoso tidak sama dengan Ki Gendeng Pamungkas karena berbeda Kartu Tanda Penduduk (KTP). “Kami yakin tidak sama, Yang Mulia,” jawab Julianta.

Selanjutnya Majelis Hakim meminta kuasa hukum Pemohon menyampaikan perbaikan permohonan. Namun ternyata menurut kuasa hukum Pemohon, tidak ada perbaikan permohonan dan tetap menggunakan permohonan awal.

“Anda ini advokat di bawah naungan Peradi ya? Tanya Saldi. “Peradi, Yang Mulia,” jawab Julianta. Saldi menyatakan, semua keterangan yang disampaikan dalam persidangan tercatat dalam risalah. Sangat mungkin keterangan ikhwal Imam Santoso dan Ki Gendeng Pamungkas ini akan disampaikan kepada Peradi.

Halaman
12
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas