Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Politikus PKS Cerita Persiapan Sekolah Anaknya Jelang Tahun Ajaran Baru

Netty mengungkap anaknya yang duduk di bangku kelas XI SMA dengan sistem boarding school di sebuah pesantren di bilangan Kabupaten Kuningan

Politikus PKS Cerita Persiapan Sekolah Anaknya Jelang Tahun Ajaran Baru
Tribunnews.com/Vincentius Jyestha
Tangkapan layar acara diskusi yang menghadirkan narasumber dari Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Netty Prasetiyani 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Netty Prasetiyani Aher menceritakan persiapan anak bungsunya jelang tahun ajaran baru 2020/2021 yang jatuh pada Senin (13/7) besok.

Netty mengungkap anaknya yang duduk di bangku kelas XI SMA dengan sistem boarding school di sebuah pesantren di bilangan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, masih akan melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Baca: Politikus PKS Netty Prasetiyani Tolak Rencana Pemerintah Ekspor APD

Baca: Netty Prasetiyani: Khawatir Terakit Rencana Pembukaan Sekolah di Tengah Pandemi

"Untuk sementara, pihak sekolah dan pondok tetap memberlakukan sistem 'Learning from Home' alias PJJ. Insya Allah, besok anak saya tetap belajar dari rumah, mendengarkan gurunya dari kejauhan dengan seksama, dan berinteraksi dengan temannya di layar kaca," ujar Netty, ketika dihubungi Tribunnews.com, Minggu (12/7/2020).

Anggota Komisi IX DPR RI tersebut mengatakan untuk sementara dirinya tidak perlu membeli seragam baru dan peralatan tulis serta perlengkapan lainnya bagi sang anak karena sistem PJJ.

Akan tetapi, Netty mengatakan uang pembangunan sekolah tetap dibayarkan di awal tahun ajaran ini.

Karena pihak sekolah dan pondok memerlukan biaya untuk memperbaiki dan menyiapkan infrastruktur baik di ruang kelas maupun di asrama.

"Sebagai orang tua, saya dapat memahami kondisi keuangan sekolah swasta yang sebagian besar masih mengandalkan dari iuran para siswa atau santrinya," kata dia.

Di sisi lain, dia menuturkan sekolah dan pondok pesantren tempat anaknya menimba ilmu sudah mulai melakukan pembersihan dan pembenahan ruang tidur para santri.

Hal itu dilakukan dengan asumsi ketika pihak pimpinan memutuskan belajar kembali offline, maka ruangan tidur dan belajar sudah bersih dan memenuhi protokol kesehatan.

"Sementara tentang piranti yang diperlukan untuk learning from home atau PJJ, anak saya menggunakan komputer rumah yang sejak dulu ia pergunakan semasa duduk di bangku SMP. Jadi, tidak ada agenda beli laptop baru," jelasnya.

"Yang sering kali bermasalah adalah kuota internet yang harus berbagi, karena hampir semua anggota keluarga WFH. Dan sinyal yang kadang terganggu karena rumah kami berlokasi di perbukitan yang cukup jauh dari kota," imbuh Netty.

Ikuti kami di
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas