Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengamat Sarankan Nadiem Makarim Meminta Maaf: Susun Ulang POP Libatkan PGRI, NU dan Muhammadiyah

Pengamat pendidikan asal Surabaya, Moch Isa Anshori menyarankan agar Nadiem meminta maaf dan libatkan PGRI, NU, Muhammadiyah dari POP Kemendikbud.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Inza Maliana
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Pengamat Sarankan Nadiem Makarim Meminta Maaf: Susun Ulang POP Libatkan PGRI, NU dan Muhammadiyah
(Dok. Kemendikbud)
Organisasi Penggerak(Dok. Kemendikbud) 

"Tanpa peran aktif organisasi dengan sejarah perjuangan yang panjang, pencapaian pendidikan kita tidak mungkin sampai pada titik ini."

"Untuk itu merupakan kehormatan bagi kami untuk bisa berdiskusi dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak demi kesuksesan Program Organisasi Penggerak," ungkap mantan CEO Gojek ini.

Diketahui, POP dirancang agar Kemendikbud dapat belajar dari inovasi-inovasi pembelajaran terbaik yang digerakan masyarakat.

Namun baru-baru ini, sejumlah organisasi mundur dari program POP.

Di antaranya PGRI, lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif PBNU dan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Disdakmen) PP Muhammadiyah.

Ketiga organisasi tersebut mengundurkan diri lantaran berbagai alasan. Satu di antaranya yakni proses seleksi yang dinilai tidak jelas.

(Tribunnews.com/Maliana)

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas