Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Eksklusif Tribunnews

Ganjar Pranowo, Kian Moncer di Tengah Pandemi (2-Habis): Tak Tertarik Jadi Relawan Uji Vaksin Covid

Ganjar Pranowo, tidak tertarik untuk menjadi relawan uji klinis, karena khawatir dianggap sebagai pencitraan belaka.

Ganjar Pranowo, Kian Moncer di Tengah Pandemi (2-Habis): Tak Tertarik Jadi Relawan Uji Vaksin Covid
Tribunnews/Irwan Rismawan
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat menyambangi kantor Tribun Network, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2020). Tribunnews/Irwan Rismawan 

SEBAGAI upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pemerintah melibatkan TNI-Polri dalam mengawasi dan mengawal penerapan protokol kesehatan di tengah masyarakat.

Namun banyak pihak menilai pelibatan TNI-Polri itu tidak efektif karena nyatanya kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah, hingga Kamis (13/8/2020) tercatat 132.816 kasus, angka terbesar di wilayah Asia Tenggara.

Namun pemerintah yakin pada sekira Maret 2021 sudah ada vaksin Covid-19 produksi Sinopec (China) yang saat ini sedang memasuki uji klinis tahap 3 oleh Bio Farma, Bandung.

Sejumlah tokoh, di antaranya Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, siap menjadi relawan untuk uji klinis.

Namun Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, tidak tertarik untuk menjadi relawan uji klinis, karena khawatir dianggap sebagai pencitraan belaka terkait posisinya sebagai sosok yang masuk bursa calon presiden 2024 oleh berbagai lembaga survei.

Berikut lanjutan petikan wawancara eksklusif dengan Ganjar Pranowo.

Pemerintah menggandeng TNI dianggap bikin takut masyarakat dan tidak efektif. Bagaimana menurut pengalaman Anda sebagai kepala daerah?

Memang ada minus dan plusnya. Plusnya kita dibantu oleh sebuah kekuatan besar. Minusnya mungkin ada yang tidak suka.

Sebut saja ketika muncul kerumunan massa, yang kemudian susah dibubarkan. Mana lebih efektif untuk mengatasi persoalan tersebut, menggunakan hansip, Satpol PP, atau tentara? Tentu saja tentara. Apalagi TNI-Polri punya Babinsa dan Babinkamtibmas.

Namun tidak juga (TNI-Polri) dilepas sendiri. Kolaborasinya dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat. Maka di Jawa Tengah saya bikin Jokotonggo. Jokotonggo itu menjaga tetangga, levelnya RW.

Baca: Ganjar Pranowo: Urusan Pilpres Masih Lama

Halaman
123
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas