Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pilkada Serentak 2020

Bagyo Disebut Bentukan Tim Gibran Agar Pilkada Solo Terkesan Demokratis

drama mendorong seseorang untuk maju Pilkada sudah menjadi pola umum, dan kerap dilakukan calon kepala daerah yang tidak memiliki tandingan.

Bagyo Disebut Bentukan Tim Gibran Agar Pilkada Solo Terkesan Demokratis
TribunSolo.com/Istimewa
Calon Independen Bagyo-Supardjo (Bajo) yang kembali menyerahkan berkas perbaikan di KPU Solo, Jalan Kahuripan Utara Nomor 23 Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Minggu (26/7/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik dari Al-Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin menyebut kehadiran Bagyo Wahyono di Pilkada Kota Solo, hanya untuk menciptakan kesan demokrasi dalam pemilihan calon kepala daerah.

"Dalam politik bukan lah sesuatu yang aneh. Sudah pernah saya katakan Gibran bisa lawan kotak kosong, bisa juga mendorong orang lain untuk maju agar Pilkada tak terkesan monoton dan agar terkesan demokratis," kata Ujang saat dihubungi Tribunnews, Jakarta, Jumat (21/8/2020).

Menurut Ujang, drama mendorong seseorang untuk maju Pilkada sudah menjadi pola umum, dan kerap dilakukan calon kepala daerah yang tidak memiliki tandingan.

"Saya punya teman, di Pilkada yang lalu dia maju lagi, karena dia incumbent, agar terlihat demokratis, maka dia carikan KTP untuk calon perorangan daftar Pilkada," papar Ujang.

Baca: Calon Wali Kota Solo Lawan Gibran-Teguh, Bagyo Wahyono-FX Supardjo Siapkan Perbaikan Syarat Dukungan

Oleh sebab itu, Ujang berkeyakinan, Pilkada Kota Solo akan dimenangkan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakoso dengan mudah, apalagi ayahnya seorang Presiden Indonesia.

"Bagyo itu lawan ringan dan mungkin saja Gibran menganggapnya hiburan. Jadi Gibran akan melenggang jadi walikota Solo," papar Ujang.

Sebelumnya, Bagyo Wahyono yang merupakan tukang jahit dinyatakan lolos verifikasi faktual, sehingga resmi boleh mendaftar sebagai calon wali kota Solo.

Hal tersebut diputuskan, saat rapat pleno rekapitulasi dukungan bakal pasangan calon perseorangan dalam pemilihan wali kota dan wakil wali kota Solo.

Rapat tersebut dihadiri langsung oleh pasangan perseorangan, Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo).

Bajo dinyatakan lolos verifikasi faktual (verfak) dan berhak mendaftar sebagai cawali dan cawawali di Pilwakot Solo pada tanggal 4-6 September nanti.

Diketahui rekapitulasi hasil verifikasi faktual jumlah dukungan perbaikan Bajo yang memenuhi syarat (ms) ada 10.202 syarat dukungan.

Pada tahap awal pasangan Bajo sudah mengantongi 28.629 dukungan warga.

Artinya, hasil total dukungan pasangan Bajo keseluruhan adalah 38.831 syarat dukungan MS.

"Jumlah itu sudah memenuhi syarat minimal dukungan yakni 35.870 dukungan untuk calon independen," kata dia.

"Bajo juga bisa mendaftar sebagai calon di Pilkada Solo di KPU tanggal 4-6 September," ujar Nurul.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas