Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Soal Polemik Radikalisme, PWNU Jatim Minta Menag Hati-hati Berkomentar

Karena menurutnya di Indonesia terlampau banyak orang yang menguasai bahasa Arab, good looking

Soal Polemik Radikalisme, PWNU Jatim Minta Menag Hati-hati Berkomentar
dok
KH Anwar Iskandar, Pengasuh Ponpes Al Amien Kabupaten Kediri 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi dalam acara webinar bertajuk "Strategi Menangkal Radikalisme Pada Aparatur Sipil Negara" beberapa waktu lalu menuai polemik.

Dia menegaskan bila terdapat dua jalur pintu masuk bagi radikalisme.

Pertama, menurutnya lewat lembaga pendidikan.

Dan kedua, melalui lembaga agama yang salah satunya adalah penceramah atau kelompok good looking.

Baca: Kemenag Jelaskan Maksud Pernyataan Menteri Agama Soal Radikalisme-Good Looking: Hanya Ilustrasi

Menurut Razi pada mulanya mereka akan mengirim seseorang yang good looking (penampilan baik), menguasai bahasa Arab, penghafal Al-Qur’an, terlibat menjadi imam masjid hingga dia mendapat simpati.

Dari situlah kemudian, jelas Razi, aksi menanamkan ide-ide radikal baru di mulai.

Menanggapi polemik ini, Wakil Rois Syuriah PWNU Jawa Timur, KH Anwar Iskandar menilai Kemenag Fachrul Razi terlalu menggeneralisir masalah.

“Terlalu menggeneralisasi itu, kan tidak semua orang yang good looking, memiliki kemampuan bahwa Arab dan kemampuan agama mesti radikal.

Ya tidak mesti dong. Itu terlalu menggeneralisasi,” kata KH Anwar Iskandar kepada pers, Sabtu (05/09/2020).

Baca: Anwar Abbas Kritisi Menag soal Radikalisme: Jangan Bicara Hanya di Muaranya Saja

Lebih lanjut, Anwar Iskandar menilai jika pernyataan Fachrul Razi merupakan blunder.

Halaman
123
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas