Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Wakapolri: Kami Akan Lebih Tegas Lagi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Webinar ini dilaksanakan oleh Kelompok Studi Demokrasi Indonesia (KSDI) dan dihadiri 700-an partsipasan.

Wakapolri: Kami Akan Lebih Tegas Lagi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan
ist
Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono pada webinar nasional bertemakan "Evaluasi 6 Bulan dan Proyeksi 1 Tahun Penanganan Covid-19 di Indonesia," Sabtu (12/9/2020) malam. 

Selain itu ada pertanyaan yang disampaikan Produser Pro-3 RRI Ninding Julis Permana dan pengaca di Jakarta Ivon Kurniawan.

Baca: Faisal Basri: Sadarilah, Situasi Pandemi Semakin Tegang

Wakapolri Komjen Gatot Edy Pramono menjelaskan bahwa Polri juga melakukan sosialiasi melalui door to door maupun melalui udara.

Untuk kegiatan door to door mengerahkan kekuatan polisi yang berjumlah 420 ribu dan juga melibatkan Babinkamtibnas yang berjumlah 43 ribu lebih.

"Polisi juga terus melakukan sosialisasi terus menerus untuk memakasi masker, mencuci tangan dan menjaga jarak secara door tod door. Secara udara kita membuat video-video pendek dengan menghadirkan tokoh-tokoh yang berpengaruh kepada grassroot," kata Gatot.

Sekda Majalengka Eman Suherman bertanya pada Wakapolri.
Sekda Majalengka Eman Suherman bertanya pada Wakapolri. 

Berdasarkan data, sambung Gatot, polisi sudah melakukan edukasi, publikasi humas, seta terus berkoordinasi linta sektor.

Polri juga memberikan bantuan sosial berupa 56.269 paket sembako dan 82.061 buah alat kesehatan atau APD.

Bersama TNI, Polri juga membuat dapur umum. Sementara dengan pemerintah daerah, dalam rangka mendukung ketahanan pangan, membuka lahan untuk pertanian dan peternakan.

"Polri juga memberikan program pencerahan, baik melalui virtual kepada supir bagaimana bisa menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan. Polri juga menyiapkan langkah-langkah untuk program vaksinasi," ungkap Gatot.

Selain pencegahan, sambungnya, Polisi juga melakukan langkah penegakkan displin. Pertama membangun kesadaran kolektif masyarakat terkait dengan pencegahan. Sebab kalau tanpa kesadaran, disiplin akan dilakukan kalau ada aparat saja.

"Kita membangun kesadaran dengan displin berbasis komunitas sebab pada setiap komunitas itu ada pimpinan formal maupun informal. Mereka melakukan cara sosialisasi dengan humanis. Selain itu juga membangun kesadaran kolektif di dalam perkantoran," ungkap Gatot.

Halaman
123
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas