Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Syekh Ali Jaber Ditikam

Respons Soal Insiden Penikaman Syekh Ali Jaber Dipertanyakan, Ini Jawaban Menteri Agama

Komisi VIII DPR RI menggelar rapat kerja dengan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi, Senin

Respons Soal Insiden Penikaman Syekh Ali Jaber Dipertanyakan, Ini Jawaban Menteri Agama
istimewa/dok Kemenag RI
Menteri agama Fachrul Razi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi VIII DPR RI menggelar rapat kerja dengan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi, Senin (14/9/2020).

Dalam rapat tersebut, anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid mempertanyakan respon dari Kementerian Agama yang dinilai lambat terkait kasus penusukan Syekh Ali Jaber.

Diketahui, Syekh Ali Jaber ditusuk orang tak dikenal saat sedang berceramah di Masjid Falauhuddin, Bandar Lampung, pada Minggu (13/9).

Fachrul Razi pun menjawab bahwa pihaknya telah memberikan respon yang cepat terkait hal tersebut. Hanya saja mungkin respon dari kementeriannya belum tersebar luas.

Baca: Ketua RT Sebut Tersangka Penusukan Syekh Ali Jaber Jarang Terlihat, Ditinggal Ibu Menikah Lagi

"Masalah menteri agama kok tidak segera merespon masalah ulama yang ditusuk itu? Saya kira kami respon cepat tadi, tapi mungkin belum tersebar luas," ujar Fachrul Razi, di Ruang rapat Komisi VIII DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2020).

Fachrul Razi kemudian mengatakan bahwa pihaknya mengecam penusukan tersebut. Dia menilai tidak seharusnya seseorang diperbolehkan menusuk orang lain, terlebih lagi kepada ulama.

Fachrul juga menegaskan ulama adalah perwakilan nabi di bumi. Sehingga, kata dia, para ulama harus mendapatkan perlindungan.

Baca: Tersangka Penusukan Syekh Ali Jaber Tak Pernah Periksa Kejiwaan di RSJ Lampung: Tak Ada Rekam Jejak

"Kami sama sikapnya dengan yang bapak sampaikan tadi. Apapun alasannya, apapun motivasinya, tidaklah diperbolehkan orang bisa menusuk yang lain, apalagi itu ulama ya," kata Fachrul Razi.

"Tapi kembali itu jadi perhatian kami bersama dan kami sepakat menggarisbawahi ulama itu, mohon maaf, mewakili nabi di muka bumi ini. Mereka betul-betul harus mendapatkan perlindungan yang baik dari kita semua," imbuhnya.

Baca: Fakta Baru Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber, Pelaku Kerap Pindah Domisili, Kini Ditetapkan Tersangka

Lebih lanjut, Fachrul Razi menyinggung bahwa sebenarnya terdapat kasus penusukan yang hampir serupa terjadi. Menurutnya ada kasus penusukan yang terjadi kepada imam salat saat menjalankan salat subuh.

"Sebetulnya tidak hanya itu pak, ada satu lagi. Saya kira agak mirip juga, sudah menyebar luas juga, yang sedang mimpin salat subuh ditusuk. Agak mirip juga. Dan kami sedang merumuskan tanggapannya supaya jangan persis sama seperti yang awal tadi," tandasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas