Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Busyro Muqoddas Soroti Cukong dan Politik Dinasti Dalam Pilkada 2020

Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas menyoroti dominasi cukong yang bermain dalam gelaran Pilkada.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Busyro Muqoddas Soroti Cukong dan Politik Dinasti Dalam Pilkada 2020
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas menyoroti dominasi cukong yang bermain dalam gelaran Pilkada.

Hal tersebut menurutnya memperkuat praktik politik uang (money politics).

Ia juga menyoroti soal budaya dinasti politik yang muncul dalam Pilkada 2020.

Bahkan, budaya itu lahir dari elit dan Istana Kepresidenan.

Baca: Busyro Muqoddas: Pemerintah Berhasil Mutilasi dan Lumpuhkan KPK Masa Sekarang

Hal itu disampaikan Busyro saat webinar bertajuk 'Pilkada Berkualitas Dengan Protokol Kesehatan: Utopia Atau Realita', Rabu (30/9/2020).

"Dominasi cukong yang akan memperkuat money politics. Munculnya wabah budaya berupa dinasti politik yang episentrumnya dari Istana Kepresidenan, elite partai politik dan bisnis," kata Busyro.

Baca: Busyro Muqoddas Sebut Cukong Selalu Menyertai Proses Pilkada

Padahal, kata Busyro, saat ini angka penularan Covid-19 terus meningkat pesat, begitu juga angka kematiannya.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, akibat pandemi ini juga membuat ekonomi masyarakat terus menurun.

Menurut eks pimpinan KPK ini, saat ini yang harus dilakukan pemerintah adalah menekan angka penularan Covid-19 dan membantu masyatakat dari segi kesehatan dan ekonomi.

"Pesatnya penularan Covid-19 dan menanjaknya angka kematian karena penanganan corona dan ekonomi yang tidak terkendali. Yang kedua, kebutuhan mendasar rakyat sekarang ini kesehatan dan keselamatan jiwa daripada pelaksanaan Pilkada 2020 dan juga kebutuhan mendasar rakyat agar mereka terhindari dari bentrok konflik horizontal," jelas Busyro.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas