Tribun

Jakob Oetama Meninggal Dunia

Wartawan Kompas Terbitkan Buku Tentang Jakob Oetama, Sosok Sepertinya Baru Muncul 50 -100 Tahun Lagi

Jakob Oetama, pendiri grup Kompas Gramedia, wafat pada 9 September 2020 lalu sekitar pukul 13:05 WIB.

Editor: Anita K Wardhani
Wartawan Kompas Terbitkan Buku Tentang Jakob Oetama, Sosok Sepertinya Baru Muncul 50 -100 Tahun Lagi
KOMPAS/DOK KOMPAS
Pendiri Kompas-Gramedia Jakob Oetama Tutup Usia. TRIBUNNEWS/DOK KOMPAS 

Ninok lantas mengajak para peserta mengenang sosok teladan Jakob Oetama.

"Dalam suasana siang hari ini, kita kenang Pak Jakob, kebaikan beliau, keluhuran budi beliau, kemurahan hati beliau, sekaligus juga kecendekiawanan beliau," ucap Ninok.

Ninok lantas sedikit merentang dari pokok pembahasan. Ia tak lagi membahas acara perilisan dua buku Jakob Oetama. Wartawan senior Harian Kompas itu mengajukan satu pertanyaan.

"Pertanyaan sentral saat ini adalah bagaimana kita (Harian Kompas) ini ke depannya?," tanya Ninok.

Ninok menjelaskan, pertanyaan bagaimana Kompas ke depan pasca Jakob Oetama juga menjadi pertanyaan khalayak.

"Di mana ada pertemuan atau ketemu dengan orang, yang selalu ditanyakan itu. Bagaimana ke depan Kompas Gramedia pasca Jakob Oetama?," ujar dia.

Kalau netral, lanjut Ninok, akan menjawab this is the most challenging time, saat yang paling menantang. Yang pesimis cenderung mengatakan, the future looks gloomy.

Yang bernada optimis tapi juga bermakna dua akan menjawab, setiap orang ada zamannya, dan setiap zaman ada orangnya. "Ini tentu implisit juga bisa, senada dengan apa yang saya sampaikan, yang bermakna apa-apa itu, kejadian itu, peristiwa besar itu, sosok itu, sifatnya hanya satu kali. Kita ingat bahwa orang bilang Kompas itu Pak Jacob, dan Pak
Jakob itu Kompas," ucap Ninok.

Membahas narasi besar Kompas ke depan bukan untuk mengecilkan hati, melainkan untuk menjadi sebuah renungan bersama. "Mari kita renungkan pertanyaan tersebut.

Tapi ini tantangan riil, masalah digital masih terus berlangsung, dan kalau mau jujur, kita harus berani menjawab bahwa kita belum menemukan formula yang jitu untuk memulihkan kejayaan," ucap Ninok.

Halaman
123
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas