Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Jakob Oetama Meninggal Dunia

Wartawan Kompas Terbitkan Buku Tentang Jakob Oetama, Sosok Sepertinya Baru Muncul 50 -100 Tahun Lagi

Jakob Oetama, pendiri grup Kompas Gramedia, wafat pada 9 September 2020 lalu sekitar pukul 13:05 WIB.

Wartawan Kompas Terbitkan Buku Tentang Jakob Oetama, Sosok Sepertinya Baru Muncul 50 -100 Tahun Lagi
KOMPAS/DOK KOMPAS
Pendiri Kompas-Gramedia Jakob Oetama Tutup Usia. TRIBUNNEWS/DOK KOMPAS 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAJakob Oetama, pendiri grup Kompas Gramedia, wafat pada 9 September 2020 lalu sekitar pukul 13:05 WIB.

Hingga kini, kesedihan akibat kepergiannya masih dirasakan oleh para karyawan di grup Kompas Gramedia.

Dalam rangka memperingati 40 hari kepergian Jakob Oetama, sekaligus untuk mengenang pendiri grup Kompas Gramedia itu, sejumlah wartawan senior Harian Kompas menerbitkan dua buku yang bercerita tentang Jakob Oetama.

Buku itu masing- masing berjudul ”Jakob Oetama, Kisah Kecil Bermakna Besar” dan satu buku lagi berjudul ”Peninggalan Sang Pemula.”
Dua buku itu berisikan penggalan cerita pengalaman para karyawan Harian Kompas yang pernah bersentuhan langsung dengan sosok Jakob Oetama.

Keluarga dan kerabat menaburkan bunga di makam Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama usai upacara pemakaman di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2020). Jakob Oetama dimakamkan dengan prosesi kenegaraan di TMP Kalibata yang dipimpin oleh Inspektur Upacara Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla. Tribunnews/Irwan Rismawan
Keluarga dan kerabat menaburkan bunga di makam Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama usai upacara pemakaman di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2020). Jakob Oetama dimakamkan dengan prosesi kenegaraan di TMP Kalibata yang dipimpin oleh Inspektur Upacara Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Melalui kisah-kisah kecil dalam buku “Jakob Oetama, Kisah Kecil Bermakna Besar” para pembaca diajak menimba inspirasi penuh makna dari keteladanan hidup Pak Jakob sehari-hari.

”Saya kira dua buku ini belum cukup untuk mengenang sosok yang luar biasa pak Jakob Oetama,” ungkap Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Tri Agung Kristanto, Minggu (18/10/2020).

Ninok Leksono, wartawan senior Kompas dalam diskusi virtual 'Mengenang 40 Hari Jakob Oetama' yang disiarkan Harian Kompas, Minggu (18/10/2020).
Ninok Leksono, wartawan senior Kompas dalam diskusi virtual 'Mengenang 40 Hari Jakob Oetama' yang disiarkan Harian Kompas, Minggu (18/10/2020). (Tangkap layar youtube Harian Kompas)

Sementara itu wartawan senior Harian Kompas, Ninok Leksono, dalam acara peluncuran dua buku tersebut, mengatakan

”Kenangan mengesankan kita kemas dalam bahasa ’Saat Masa Lalu yang Mengesankan.’ Masa lalu selalu manis untuk kita kenang, namun ketika masa berkabung tersebut sudah usai, kita niscaya harus kembali ke alam nyata."

Ninok berharap terbitnya dua buku itu bisa menjadi referensi bagi berbagai pihak tentang kesan mereka terhadap sosok Jakob Oetama.

Perilisan dua buku itu sekaligus menjadi momen yang membahagiakan bagi seluruh jajaran Harian Kompas.

Halaman
123
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas