Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rektor Uncen Optimis TGPF Intan Jaya Mampu Ungkap Kronologi Tewasnya Pendeta Yeremia Zanambani

Menurut Apolo kompisisi tim yang berasal dari berbagai elemen tersebut membuat independensi dan objektivitas dari laporan tersebut bisa ditingkatkan.

Rektor Uncen Optimis TGPF Intan Jaya Mampu Ungkap Kronologi Tewasnya Pendeta Yeremia Zanambani
TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI
Hari ini, Senin (26/10/2020), Tim Gabungan TNI Polri melakukan penindakan terhadap kelompok KKSB di Kp. Jalai Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya. Ini merupakan hasil pengembangan pasca penghadangan TGPF oleh KKSB 9 Oktober 2020 lalu. Dari hasil pengembangan dan pengumpulan informasi dari masyarakat diperoleh informasi akurat bahwa salah satu kelompok KKSB bermarkas di Kp. Jalai Distrik Sugapa. TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rektor Universitas Cenderawasih yang juga merupakan anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kasus Intan Jaya Apolo Safanpo mengungkapkan informasi yang telah dikumpulkan TGPF terkait tewasnya Pendeta Yeremia Zanambani di Distrik Hitadipa Kabupaten Intan Jaya pada 19 September 2020 lalu telah cukup.

Dengan demikian, kata Apolo, informasi tersebut bisa dianalisis untuk mengetahui kronologi sebelum, selama, dan, setelah peristiwa tewasnya Yeremia.

Apolo mengungkapkan informasi tersebut didapatkan melalui wawancara dengan lebih dari 40 narasumber yang berasal dari keluarga Yeremia, saksi-saksi yang berasal dari masyarakat pemerintah, tokoh agama, maupun personel TNI dan Polri yang bertugas di lapangan.

Baca juga: KSP: Masyarakat Menunggu Tindak Lanjut Hasil TGPF Intan Jaya

Hal tersebut disampaikan Apolo dalam tayangan di kanal Youtube Kemenko Polhukam RI pada Selasa (27/10/2020).

"TGPF berhasil mewawancarai lebih dari 40 narasumber mulai dari keluarga korban, saksi-saksi masyarakat, tokoh pemerintah, tokoh agama, maupun TNI-Polri yang bertugas di lapangan sehingga informasi yang terkumpul itu cukup untuk dilakukan analisis untuk mengetahui hal-hal apa yang terjadi baik sebelum, selama, dan sesudah kasus penembakan Bapak Pendeta Yeremia," kata Apolo.

Menurut Apolo kompisisi tim yang berasal dari berbagai elemen tersebut membuat independensi dan objektivitas dari laporan tersebut bisa ditingkatkan.

Selama menjalankan tugasnya Apolo juga merasa diberikan kebebasan oleh Ketua Tim untuk melihat, mendengar, dan mengumpulkan semua hal yang berkaitan dengan kasus tewasnya Yeremia.

Menurutnya hal itu menbuat semua anggota tim dapat bekerja dengan leluasa tanpa merasa dibatasi.

Ia pun mengapresiasi pemerintah dalam hal ini Menko Polhukam Mahfud MD yang telah membentuk tim tersebut dan telah memilihnya menjadi anggota dalam tim tersebut.

"Saya melihat hasil kerja tim yang sudah kita tuangkan dalam laporan TGPF ini adalah sesuai dengan fakta-fakta yang kita dapatkan di lapangan sehingga saya berharap rekomendasi yang kita sampaikan dalam laporan ini dapat ditindaklanjuti oleh Bapak Menko (Polhukam) dan juga jajaran pimpinan di pusat," kata Apolo.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Gita Irawan
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas