Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Komisi X DPR RI Kritisi Program Digitalisasi Sekolah: Harusnya Penuhi Akses Internet Dulu

Niat pemerintah untuk digitalisasi sekolah di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) dinilai kurang tepat sasaran.

Komisi X DPR RI Kritisi Program Digitalisasi Sekolah: Harusnya Penuhi Akses Internet Dulu
Istimewa
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih dalam rapar kerja Komisi X DPR RI dengan Mendikbud Nadim Makariem, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih mengkritisi program digitalisasi sekolah pada 2021 yang menelan anggaran hingga Rp 3 trilliun.

Ia menilai, program tersebut masih belum matang dari sisi perencanaan, sehingga terkesan terburu-buru.

"Wilayah 3T belum tercover penuh jaringan internet, sedangkan SDM guru kita juga masih belum siap, harusnya selesaikan PR ini dulu," kata Fikri, Jakarta, Selasa (10/11/2020).

Menurutnya, niat pemerintah untuk digitalisasi sekolah di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) melalui pengadaan laptop, proyektor, dan perangkat teknologi informasi (TIK), sebagai langkah kurang tepat sasaran.

"Sarana pendukung digital itu wajib ada akses internet, sedangkan data pemerintah sendiri menunjukkan wilayah 3T masih sulit dijangkau sinyal," kata politisi PKS itu.

Baca juga: Digitalisasi, Sekolah Akan Terima Bantuan Laptop Pada 2021

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), pemerintah masih belum optimal menyediakan akses internet hingga 100 persen di wilayah 3T.

"Baru setengah dari total desa di wilayah 3T yang terjangkau jaringan 4G," ujar Fikri.

Fikri menyebut, bantuan laptop hanya akan menjadi barang pajangan mewah di sekolah, tanpa adanya sinyal internet sebagai akses pendukung utama.

"Alat-alatnya diadakan, tapi buat apa bila tidak bisa akses informasi dan update bahan pelajaran," ucapnya.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas