Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kejaksaan Agung Kebakaran

Ini Alasan Mantan Pegawai Kejaksaan Agung Ditetapkan Tersangka dalam Insiden Kebakaran

IS merupakan eks pegawai Kejagung RI yang bertugas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Ini Alasan Mantan Pegawai Kejaksaan Agung Ditetapkan Tersangka dalam Insiden Kebakaran
WARTAKOTA/henry lopulalan
Gedung Kejaksaan Agung mulai dalam proses perbaikan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2020). Setelah beberapa kali polisi olah TKP serta anlisa sejumlah tenaga ahli maka kesimpukan penyidikan penyebab awal kebakaran di lantai 6 karena kelalaian tukang bekerja di aula. Delapan orang ditetapakan menjadi tersangka terbakarnya gedung Kehaksaan Agung tersebut. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

 TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo mengungkap alasan mantan pegawai Kejaksaan Agung RI berinisial IS ditetapkan sebagai tersangka insiden kebakaran gedung utama Kejagung, Jakarta Selatan.

Diketahui, IS merupakan eks pegawai Kejagung RI yang bertugas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Dalam kasus ini, dia diduga lalai dalam pemasangan pelindung dinding gedung atau Aluminium composite panel (ACP).

Menurut Sambo, ACP menjadi salah satu bahan yang menjadi pemantik api kebakaran gedung Kejagung RI semakin membesar.

Hal tersebut dikuatkan dengan bukti video yang beredar di media sosial.

"Bisa kita lihat di video yang sudah beredar bahwa penyebab terbakarnya secara merata gedung kejaksaan agung itu adalah salah satu bahan yang ada di sisi luar seluruh gedung Kejaksaan Agung. Bagaimana api itu turun ke bawah secara cepat kemudian membakar seluruh gedung itu adalah dari bahan ACP," kata Sambo di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (13/11/2020).

Baca juga: Peran 3 Tersangka Baru Kasus Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung, Pinjam Bendera Hingga Tak Pengalaman

Dalam video itulah Polri kemudian melakukan penyidikan terkait pengadaan dan pemasangan ACP.

Hasilnya, terdapat dugaan kelalaian yang dilakukan oleh mantan pegawai Kejagung itu.

Sambo menyampaikan salah satu kelalaian yang dilakukan IS adalah menunjuk konsultan perencana pemasangan ACP berinisial J yang tak memiliki kompetensi mumpuni dan tidak berpengalaman.

"Tersangka IS yang menjadi PPK mantan pegawai Kejaksaan Agung ini itu dalam memilih konsultan perencana itu tidak sesuai dengan ketentuan memilih konsultan perencana yang tidak berpengalaman dan tidak melakukan pengecekan bahan-bahan yang akan digunakan khususnya ACP ini," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas