Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

PSI: Jangan Hina Nikita, Jangan Hina Perempuan

“Kata-kata yang dipertontonkan Maheer sangat tidak pantas disampaikan kepada perempuan mana pun."

PSI: Jangan Hina Nikita, Jangan Hina Perempuan
kolase tribunnews: IG ustadzmaaher_real/Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Maaher At Thuwailibi dan Nikita Mirzani 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hasanudin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyesalkan ujaran kebencian kepada perempuan di ruang publik. 

Ini menyusul ungkapan tidak pantas yang disampaikan Sony Eranata atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ustaz Maheer At-Thuwailibi, kepada artis Nikita Mirzani.

“Kata-kata yang dipertontonkan Maheer sangat tidak pantas disampaikan kepada perempuan mana pun, termasuk kepada Nikita. Nikita seorang perempuan,  seorang ibu. Bayangkan perasaaan anak dan keluarganya ketika dihina seperti itu,” kata Wakil Sekjen DPP PSI, Danik Eka Rahmaningtiyas, Sabtu (14/11/2020).

Baca juga: Disemprot Balik Nikita Mirzani, Ustaz Maaher At-Thuwailibi Pilih Blokir Nyai & Hapus Postingan Ini

Danik menegaskan, perbedaan sikap atau pendapat sangat lumrah dalam demokrasi. 

Tapi aspek kepantasan dalam mengekspresikan pandangan juga harus sangat diperhatikan.

“Jika tak setuju dengan Nikita sampaikan saja dengan bahasa yang santun dan argumentasi yang solid. Ayo bertarung ide dan gagasan, bukan mengumbar hinaan ,” lanjut mantan Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) tersebut.

Selanjutnya PSI juga berharap agar peristiwa ini membuka mata kita, terutama pemerintah, agar lebih serius mengkampanyekan penggunaan media sosial secara baik dan bernorma.

Baca juga: Hastag KitaNikita Trending, Nyai Banjir Dukungan, Ini Awal Mula Konflik Nikita dengan Ustaz Maaher

 "Terus terang apa yang dipertontonkan kepada publik beberapa hari terakhir sangat memprihatinkan. Banyak caci-maki bertebaran, tidak edukatif dan jauh dari nilai-nilai keindonesiaan," ungkap Danik

Ikuti kami di
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas