Tribun

Curhat Pemilik Kedai Kopi yang Tempatnya Kerap Disidak Petugas: Kenapa Massa Rizieq Shihab Dibiarkan

Ia menilai tak adil kedai kopinya kerap kali disidak dan dibubarkan, sementara massa Rizieq yang jumlahnya lebih besar dibiarkan dibiarkan begitu saja

Editor: Malvyandie Haryadi
Curhat Pemilik Kedai Kopi yang Tempatnya Kerap Disidak Petugas: Kenapa Massa Rizieq Shihab Dibiarkan
Tribunnews/JEPRIMA
Massa pendukung Front Pembela Islam (FPI) saat menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus pernikahan anak Habib Rizieq Syihab di kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11/2020). Pantauan Tribunnews.com di lapangan prosesi pembacaan ijab kabul menggunakan bahasa Arab dan berlangsung dengan hikmat. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Irvina, pemilik sebuah kedai kopi di kawasan Buah Batu, Bandung, menyesalkan pembiaran terhadap kerumunan massa Rizieq Shihab.

Ia menilai tak adil kedai kopinya kerap kali disidak dan dibubarkan, sementara massa Rizieq yang jumlahnya lebih besar dibiarkan dibiarkan begitu saja.

"Saya sih menyayangkan saja kenapa kerumunan sebegitu banyaknya tidak ditindak tegas, bahkan terkesan didukung dengan membagikan masker," kata Irvina kepada Kompas.com, Senin (11/12/2020).

"Sementara di kedai-kedai kopi kecil kami ini, protokol kesehatannya juga cukup ketat, dan pengunjung kedai tidak lebih dari 10 orang," sambungnya.

Baca juga: Nikita Mirzani Dilaporkan soal Dugaan Ujaran Kebencian pada Rizieq Shihab, Pelapor Bawa Barang Bukti

Irvina menjelaskan, inspeksi mendadak itu dilakukan sebanyak 3 kali dalam bulan Oktober lalu oleh petugas gabungan yang terdiri dari polisi dan Satpol PP. Mereka datang dengan 9-10 mobil.

"Jadi kan traumatis, kaya digerebek. Pascasidak enggak ada yang mau datang karena takut dibubarin," ujar dia.

Baca juga: Anies Baswedan Akhirnya Angkat Suara Jawab Kritikan Soal Acara Rizieq Shihab, Ini Penjelasannya

Akhirnya, karena sidak sering terjadi, pelanggan yang datang pun sepi. Irvina memutuskan untuk menutup kedai dan baru membukanya lagi dalam beberapa hari terakhir.

Namun ternyata kedai sempat dibobol maling karena ditinggal dalam waktu lama. Tak hanya kedai warung kopi milik Irvina yang jadi korban, namun juga kedai lain di sekitarnya.

"Kedai saya salah satunya, cup sealer dan beberapa barang hilang. Sementara kalau sepi, daerah situ penjagaan kurang," katanya.

Kini Irvina pun hanya bisa pasrah dan menunggu agar pandemi berakhir agar kedai kopinya bisa beroperasi normal lagi.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas