Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Azis Syamsuddin: Wacana Pencopotan Kepala Daerah Sebagai Imbauan Agar Taat Aturan Protokol Kesehatan

Pemecatan kepala daerah membutuhkan waktu yang panjang dan sulit dilakukan dalam kurun waktu yang singkat.

Azis Syamsuddin: Wacana Pencopotan Kepala Daerah Sebagai Imbauan Agar Taat Aturan Protokol Kesehatan
Istimewa
Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin menilai wacana pemecatan terhadap kepala daerah yang tidak dapat menjalankan Instruksi Menteri Dalam Negeri No 6 Tahun 2020 merupakan sebuah imbauan kepada seluruh kepala untuk dapat mentaati apa yang telah menjadi sebuah kesepakan dalam mencegah dan memerangi Covid 19.

Diketahui Instruksi Menteri Dalam Negeri No 6 Tahun 2020 mengatur tentang Penegakan Protokol Kesehatan untuk pengendalian penyebaran Covid-19.

"Itu kan imbauan agar ke depannya kepala daerah dapat menjalankan instruksi tersebut, tentunya pencopotan kepala daerah harus melalui mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Azis kepada kepada wartawan, Selasa (24/11/2020).

Baca juga: Ganjar Setuju Kepala Daerah Dicopot jika Langgar Instruksi Penegakan Prokes Covid-19: Biar Serius

Menurut politikus Partai Golkar itu, pemecatan kepala daerah membutuhkan waktu yang panjang dan sulit dilakukan dalam kurun waktu yang singkat.

Proses pemberhentian kepala daerah harus berdasarkan pada Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

"Memang ada aturan yang dapat melakukan pencopotan kepala daerah, bisa dilakukan tentu ada mekanisme dan aturannya aturan yang harus dilalui, SK Kepala Daerah kan presiden, tentu Mendagri akan melakukan rekomendasi usulan kepada presiden untuk melakukan pencopotan. Ya kalau mau cepat melalui mekanisme DPRD yaitu pemakzulan," ujarnya.

Ikuti kami di
Penulis: chaerul umam
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas