Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

KPK Serahkan 4 Aset Senilai Rp56 Miliar ke Kejagung, KASN, dan BIG

KPK) menyerahterimakan empat aset senilai Rp56,48 miliar untuk Kejaksaan Agung (Kejagung), Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), dan Badan Informasi Ge

KPK Serahkan 4 Aset Senilai Rp56 Miliar ke Kejagung, KASN, dan BIG
Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Ketua KPK Firli Bahuri akan diadili Dewas KPK terkait penggunaan helikopter mewah, Gedung ACLC KPK, Jakarta, Selasa (25/8/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahterimakan empat aset senilai Rp56,48 miliar untuk Kejaksaan Agung (Kejagung), Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), dan Badan Informasi Geospasial (BIG), Selasa (24/11/2020).

Aset-aset yang terletak di Bali, Jakarta, dan Bogor tersebut merupakan hasil rampasan dari sejumlah perkara korupsi yang ditangani komisi antikorupsi.

“Serah terima ini sebagai salah satu pertanggungjawaban KPK dalam menjalankan tugas, karena salah satu tugas KPK adalah pemulihan aset, ini harus dilakukan dengan transparan dan akuntabel,” kata Ketua KPK Firli Bahuri setelah menyerahkan aset secara simbolis di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (24/11/2020). 

Kepada Kejaksaan Agung, KPK menyerahkan dua aset.

Pertama, aset berupa tanah dan bangunan di Jalan Raya Semat, Kabupaten Badung, Bali.

Baca juga: KPK Telaah Laporan Dugaan Korupsi Pengadaan Ternak dan Pakan Fiktif

Aset dengan luas tanah 135 meter persegi dan luas bangunan 166 meter persegi senilai sekitar Rp1,59 miliar tersebut merupakan rampasan negara yang berasal dari perkara tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang dengan terpidana mantan Bupati Subang Ojang Sohandi. 

Aset kedua yang diserahterimakan KPK kepada Kejagung berupa tanah dan bangunan yang terletak di Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Aset dengan luas tanah 794 meter persegi dan luas bangunan 734,75 meter persegi senilai sekitar Rp12,37 miliar tersebut merupakan rampasan negara yang berasal dari perkara tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang dengan terpidana mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron. 

"Dua aset ini akan dipergunakan sebagai mess. Aset di Bali akan digunakan sebagai mess jaksa yang sedang bertugas dan aset di Mampang akan digunakan sebagai mess Satuan Tugas Tindak Pidana Korupsi," kata Firli.

Sementara kepada KASN, KPK menyerahkan sebuah aset berupa tanah dan bangunan dengan luas tanah 2.345 meter persegi dan luas bangunan 1.040 meter persegi senilai sekitar Rp 36,74 miliar.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas