Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Pelatihan Kelompok Teroris JI, Polri: Diikuti Enam Angkatan, 66 Lulusannya Diberangkatkan ke Suriah

"Pelatihan ini sudah berlangsung sebanyak enam angkatan. Totalnya mencapai 96 orang. 66 di antaranya berangkat ke Suriah," ujar Argo

Penulis: Malvyandie Haryadi
zoom-in Pelatihan Kelompok Teroris JI, Polri: Diikuti Enam Angkatan, 66 Lulusannya Diberangkatkan ke Suriah
Tangkap layar YouTube Kompas TV
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Argo Yuwono. 

Wakil ketua umum MUI Anwar Abbas angkat bicara terkait pernyataan Kadiv Humas Mabes Polri yang mengatakan bahwa kelompok jaringan jamaah islamiyah (JI)  mengincar anak cerdas dari Pondok Pesantren dengan ranking 1 hingga 10.

Ia pun mempertanyakan, tujuan dan maksud pernyataan tersebut.

Menurutnya, data di Kementerian Agama menunjukkan bahwa jumlah Pesantren di Indonesia ini 26.973 buah. Berarti jumlah anak santri yang diincar sebanyak 260.973 anak didik.

"Saya tidak mengerti dengan maksud dari pernyataan itu. Dan ketidakmengertian saya semakin bertambah-tambah kalau saya kaitkan dengan jumlah pesantren di Indonesia. Pertanyaan saya sudah berapa orang yang dapat oleh mereka (JI)," ujar dia saat dihubungi Tribunnews.com, Senin (28/12/2020).

Meski demikian, masalah terkait anak muda dan terorisme bukanlah hal yang sepele.

Untuk itu, ia meminta kepolisian RI secara rinci, jelas, serta terbuka dalam menyampaikan informasi agar tidak berdampak buruk pada nama baik pesantren.

Jika tidak, akan timbul kekhawatiran yang membuat masyarakat dan orang tua murid menjadi takut memasukkan anaknya ke pesantren.

Berita Rekomendasi

"Saran saya pihak kepolisian agar didalam menyampaikan sesuatu kepada masyarakat  jangan membuat masyarakat menjadi bingung dan takut serta merugikan nama baik dari institusi pesantren secara keseluruhan," jelas Pengamat sosial ekonomi dan keagamaan ini.

Lebih jauh ia berharap, agar kepolisian tidak hanya sibuk sibuk mencari data tentang teroris dan mencari asal muasal sekolah.

Tetapi juga koruptor, yang tidak kalah merusaknya dari  para teroris tersebut.

Anwar pun mengusulkan kepada pihak kepolisian  juga mempelajari lembaga pendidikan dimana para koruptor  bersekolah.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas