Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Dugaan Oknum Polisi Memeras di Deliserdang, Gerindra : Propam Harus Bertindak Cepat dan Tegas

Seorang wanita mengaku dituduh mencuri handphone (HP) di sebuah mal di Deliserdang, Sumatera Utara.

Dugaan Oknum Polisi Memeras di Deliserdang, Gerindra : Propam Harus Bertindak Cepat dan Tegas
Igman Ibrahim/Tribunnews.com
Anggota Komisi III DPR RI fraksi partai Gerindra, Habiburokhman 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang wanita mengaku dituduh mencuri handphone (HP) di sebuah mal di Deliserdang, Sumatera Utara.

Awalnya, korban bernama Siti Nuraisyah mengaku menemukan telepon genggam yang ternyata milik polisi. Dia kemudian berupaya mengembalikan ponsel itu ke Polsek Tanjung Morowa.

Namun dia malah disebut mencuri dan langsung ditahan. Jika ingin diselesaikan secara kekeluargaan, Siti Nuraisyah diminta untuk membayar uang sebanyak Rp 35 Juta.

Terkait hal itu, anggota Komisi III DPR RI Fraksi Gerindra Habiburokhman meminta agar Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri segera bertindak.

Baca juga: Seorang Wanita Nekat Berbuat Mesum dengan Perampok, Diduga Alihkan Perhatian hingga Polisi Tiba

"Saya pikir Propam harus bertindak cepat. Jika memang benar dan diyakini terjadi pemerasan, maka oknum yang melakukan harus ditindak tegas baik secara kedinasan maupun pidana," ujar Habiburokhman, ketika dihubungi Tribunnews.com, Senin (1/2/2021).

Di sisi lain, Habiburokhman menekankan pentingnya pendampingan oleh kuasa hukum bagi korban jika berkaca pada kasus yang dialami Siti Nuraisyah.

Menurutnya jika tidak didampingi oleh kuasa hukum, maka pemerasan akan rawan terjadi terhadap orang yang diperiksa kepolisian.

Baca juga: Wanita Tersangka Pencurian Tuduh Oknum Polisi Tanjungmorawa Memeras Rp 35 Juta Cabut Laporan

"Satu hal yang penting kita simpulkan dari kasus ini adalah betapa pentingnya orang yang diperiksa harus didampingi pengacara," jelasnya.

"Tanpa adanya pengacara akan rawan terjadi pemerasan," tegas Habiburokhman.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas