Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Asabri

Kejagung Minta Bantuan OJK untuk Audit Forensik Lacak Aset Kasus Korupsi Asabri

Kejaksaan Agung RI meminta bantuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membantu melacak aset yang terkait dengan kasus korupsi PT Asabri (persero).

Kejagung Minta Bantuan OJK untuk Audit Forensik Lacak Aset Kasus Korupsi Asabri
Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kejaksaan Agung RI meminta bantuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membantu melacak aset yang terkait dengan kasus korupsi PT Asabri (persero).

"Kami kesana untuk minta bantuan melakukan audit forensik beberapa transaksi disitu," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Febrie Adriansyah di Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Selasa (9/2/2021).

Febri menjelaskan pihaknya bersama OJK telah membentuk tim pelacakan aset.

Tim tersebut nantinya dipimpin Direktorat Eksekusi Kejagung RI.

"Kami bentuk tim pelacakan asetnya, tim itu di bawa kendali Dir Eksekusi, tiap hari ada progress dalam pencarian, formal surat-suratnya," jelas dia.

Baca juga: Respons LPSK Sikapi Permohonan Justice Colabolator Tersangka Kasus Korupsi Asabri

Baca juga: Jaksa Agung Pastikan Sikat Pelindung Pelaku Korupsi Asabri

Namun demikian, kata Febrie, penyidik belum bisa membeberkan hasil audit forensik yang dilakukan kedua lembaga tersebut.

Sebab, dikhawatirkan tersangka dapat melarikan atau menyembunyikan asetnya.

"Kami belum bisa sampaikan ke kawan-kawan karena khawatir kalau ini belum kepegang, nanti ada pergeseran aset, kita sulit," tandasnya.

Baca juga: Kejagung Kembali Melanjutkan Penyidikan Kasus Asabri, 6 Orang Diperiksa

Sebelumnya, Kejaksaan Agung RI telah menyita aset Direktur PT Hanson Internasional Benny Tjokrosaputro yang terkait dengan perkara tindak pidana korupsi PT Asabri (Persero).

Aset yang disita adalah 566 bidang tanah di daerah Maja, Kabupaten Lebak, Banten. Total, luas tanah atas nama Benny Tjokrosaputro itu seluas 194 hektare. 

Penyitaan aset itu untuk menutupi kerugian negara dalam status Benny sebagai tersangka.

Ke depan, pihaknya juga membuka kemungkinan menyita aset tersangka lainnya.

Ikuti kami di
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Theresia Felisiani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas