Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Nurhadi

Penyuap Eks Sekretaris MA: Keterangan Saksi Tak Berkaitan dengan Isi Dakwaan

Hiendra merupakan terdakwa penyuap mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono untuk mengurus sebuah perkara.

Penyuap Eks Sekretaris MA: Keterangan Saksi Tak Berkaitan dengan Isi Dakwaan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Tersangka Daftar Pencarian Orang (DPO) Hiendra Soejoto mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (29/10/2020). KPK resmi menahan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soejoto setelah DPO sejak 11 Februari 2020 terkait dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) tahun 2011-2016 yang melibatkan Mantan Sekretaris MA Nurhadi. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sidang kasus suap Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto kembali digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (19/2/2021).

Hiendra merupakan terdakwa penyuap mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono untuk mengurus sebuah perkara.

Dalam persidangan, Hiendra yang terhubung secara daring menerangkan bahwa semua keterangan yang disampaikan oleh saksi bernama Devi Chrisnawati, seorang notaris Bank Bukopin Surabaya, tak punya kaitan dengan dirinya apalagi isi surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).   

"Pertama mendengar semua keterangan ibu Devi, bahwa semua keterangannya tidak ada kaitan dengan saya. Serta tidak ada kaitan dengan surat dakwaan saya," kata Hiendra di persidangan.

Dalam persidangan yang sama, Devi menerangkan pengetahuannya soal Nurhadi dan Rezky.

Seperti soal panggilan "Babe" dari Rezky ke Nurhadi, maupun pertemuan - pertemuan saksi dengan Nurhadi dan Rezky di Jakarta.

Tersangka kasus dugaan suap gratifikasi senilai Rp46 miliar, Nurhadi meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu (17/6/2020). Nurhadi diperiksa sebagai saksi terhadap tersangka Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT. MIT) Hiendra Soenjoto terkait tindak pidana dugaan korupsi memberi hadiah atau janji terkait pengajuan Peninjauan Kembali (PK) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Tersangka kasus dugaan suap gratifikasi senilai Rp46 miliar, Nurhadi meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu (17/6/2020). Nurhadi diperiksa sebagai saksi terhadap tersangka Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT. MIT) Hiendra Soenjoto terkait tindak pidana dugaan korupsi memberi hadiah atau janji terkait pengajuan Peninjauan Kembali (PK) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Terhadap keterangan dari Devi yang lebih banyak berkutat pada Nurhadi dan Rezky, Hiendra memberikan tanggapannya di hadapan majelis hakim bahwa keterangan saksi tak ada kaitannya dengan dirinya.

Jaksa mendakwa Direktur PT MIT Hiendra Soenjoto memberi suap ke Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono sebesar Rp45,7 miliar, tepatnya Rp45.726.955.000.

Pemberian suap itu dimaksudkan agar Nurhadi dan Rezky Herbiyono mengupayakan pengurusan dua perkara sekaligus.

Yakni perkara antara PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN), terkait gugatan perjanjian sewa menyewa depo container milik PT KBN seluas 57.330 meter persegi, dan 26.800 meter persegi, dan gugatan melawan Azhar Umar terkait sengketa kepemilikan saham PT MIT.

Baca juga: Saksi Benarkan Rezky Herbiyono Panggil Nurhadi dengan Sebutan Babe, Sidang Sebelumnya Bantah

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas