Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gus Nur Ditangkap Polisi

Hakim Akan Hadirkan Menag dan Ketua PBNU Secara Virtual Jika Kembali Mangkir Dalam Persidangan

Hakim mengambil langkah untuk mengundang Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) dan Said Aqil Siroj hadir dalam persidangan melalui virtual conference.

Hakim Akan Hadirkan Menag dan Ketua PBNU Secara Virtual Jika Kembali Mangkir Dalam Persidangan
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Sidang lanjutan kasus ujaran kebencian atas terdakwa Gus Nur di Ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (2/3/2021) 

Adapun dalam sidang ini, Gus Nur sebagai terdakwa hadir melalui virtual conference Zoom dari rumah tahanan (Rutan) Bareskrim Polri.

Kendati demikian, Gus Nur hadir tanpa pendampingan dari tim kuasa hukum karena walk out dari ruang sidang.

Alasannya mereka kecewa karena permintaan untuk kliennya dihadirkan dalam persidangan tidak dipenuhi.

Tidak hanya itu, sikap walk out yang ditempuh tim kuasa hukum juga dilandaskan karena kedua saksi kembali mangkir dari panggilan persidangan.

Baca juga: Menteri Agama dan Said Aqil Mangkir Lagi, Kuasa Hukum Gus Nur Putuskan Walk Out dari Ruang Sidang

Kepada Gus Yaqut, anggota kuasa hukum Gus Nur, Ricky Fatamazaya mengungkapkan, yang bersangkutan seharusnya tidak hanya berani melapor akan tetapi juga harus bisa menjelaskan duduk perkaranya.

"Ini juga harusnya beliau (Gus Yaqut) yang melaporkan maka dia harus hadir memaparkan apa saja yang dirugikan apa saja yang dicemarkan nama baiknya, harus disampaikan ke majelis," kata dia kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (2/3/2021).

Lebih lanjut, Ricky lantas membandingkan sikap Gus Yaqut setelah dirinya ditetapkan sebagai menteri dalam kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan ketika masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Jangan karena Pak Yaqut ini seorang menteri tidak bisa. Padahal dulu saja zaman Pak SBY itu waktu melaporkan beliau yang langsung datang," katanya.

"Jangan sampai terkesan berani melaporkan dengan menguasakan kepada bantuan hukum, tapi tidak berani mempertanggungjawabkan di persidangan, ini kan mesti tanggung jawab," ujarnya menambahkan.

Sedangkan kepada Said Aqil yang tidak bisa hadir karena sakit, Ricky berharap agar ketum PBNU itu dapat segera pulih, sehingga dapat hadir dalam persidangan mendatang.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas