Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Moeldoko Dinilai Tidak Perlu Mundur dari Jabatan KSP, Ini Alasannya

Mereka menilai peran Moeldoko dianggap sangat penting karena berani “pasang badan”ketika Presiden Jokowi menghadapi masalah.

Moeldoko Dinilai Tidak Perlu Mundur dari Jabatan KSP, Ini Alasannya
Tribun-Medan.com
Jenderal Purn Moeldoko tiba di arena Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Hotel The Hill, Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021). Moeldoko terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versis KLB Sumut. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah relawan pro Joko Widodo menilai KSP Moeldoko tidak perlu mundur dari jabatannya usai terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.

Mereka menilai peran Moeldoko dianggap sangat penting karena berani “pasang badan”ketika Presiden Jokowi menghadapi masalah.

“Iya penting (peran Moeldoko). Sebab Presiden Jokowi perlu orang-orang yang memiliki karakter seperti Pak Moeldoko yang berani pasang badan dan jadi benteng bagi Jokowi. Apalagi pasca Pilpres telah terbukti tiga orang penjaga istana seperti Pak Pratikno (Mensetneg), Pak Pramono (Setkab) dan Pak Moeldoko tidak tergantikan posisinya,” ujar Sekjen Komite Rakyat Nasional (Kornas Jokowi), Akhrom Saleh ketika dihubungi, Jumat (12/3/2021).

Baca juga: Alasan Moeldoko Belum Muncul sejak Jadi Ketum Demokrat KLB & Isu Maju Pilpres 2024 Versi Jhoni Allen

Menurutnya, jabatan Moeldoko sebagai Kepala KSP tidak perlu diganti karena tidak berbeda dengan ketua umum partai lainnya yang berada di Kabinet Indonesia Maju saat ini.

“Konkretnya banyak sejuta permasalahan yang datang ke KSP setiap harinya. Jika tidak memiliki karakter seperti Pak Moeldoko pasti mengalami kesulitan, bahkan bisa-bisa mundur,” kata Akhrom.

“Selain itu juga perlu diapresiasi Pak Moeldoko yang sudah tiga tahun terbukti mengawal program prioritas Pak Jokowi, salah satunya menurut saya, ia mengawal program Reforma Agraria Pak Jokowi yakni adanya Tim Percepatan Penyelesaian Konflik Agraria dan Penguatan Kebijakan Program Reforma Agraria. Saya kira itu sangat nyata Langkah tepat Pak Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan dalam mengawal program prioritas Presiden Jokowi,” sambungnya.

Baca juga: Moeldoko Dinilai Mempersulit Jokowi karena Jadi Ketum Demokrat versi KLB sekaligus KSP

Sementara itu, Ketua Umum Sekretariat Bersama Jokowi, Bayutammi Sammy Amalia mengatakan bahwa keputusan mundur atau tidaknya Moeldoko merupakan hak prerogatif Presiden. Namun menurutnya, Moeldoko tidak perlu mundur dari jabatan KSP.

Sebelumnya diberitakan, salah satu kelompok relawan Jokowi, Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat), menyarankan agar Moeldoko mundur dari jabatan Kepala KSP agar bisa fokus menangani konflik politik setelah terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Sementara Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menilai seharusnya Jokowi mengevaluasi Moeldoko terkait aksi politik yang dilakukan oleh anak buahnya tersebut.

Reaksi Jokowi

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas