Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Black Box Sriwijaya Air SJ182 Tertimbun Lumpur 1 Meter, Disedot Kapal Penghisap Lumpur

Abdul Rasyid mengatakan, CVR pesawat Sriwijaya Air SJ 182 itu ditemukan tertimbun lumpur sedalam 1 meter di dasar laut.

Black Box Sriwijaya Air SJ182 Tertimbun Lumpur 1 Meter, Disedot Kapal Penghisap Lumpur
Kompas.com
Tim SAR gabungan memasukan kotak penyimpan berisi bagian dari kotak hitam (black box) pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 ke dalam koper usai ditemukan di atas KR Baruna Jaya I, di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Kamis (1/11/2018). Bagian dari kotak hitam tersebut diserahkan ke pihak KNKT untuk dilakukan investigasi lebih lanjut. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perjuangan tim SAR gabungan mencari black box bagian Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, akhirnya membuahkan hasil.

Sejak dicari mulai 9 Januari 2021, benda penting itu akhirnya ditemukan1.

Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI AL Abdul Rasyid mengatakan, CVR pesawat Sriwijaya Air SJ 182 itu ditemukan tertimbun lumpur sedalam 1 meter di dasar laut.

”Bahwa apa yang ditemukan ini (CVR) sudah berada di kedalaman 1 meter di bawah lumpur,” kata Rasyid di dermaga JICT, Jakarta Utara, Rabu (31/3/2021).

Rasyid mengatakan, dengan kondisi itu sebenarnya sangat sulit menemukan CVR tersebut. Namun berkat kerja keras tim KNKT, akhirnya benda tersebut berhasil ditemukan.

Adalah kapal penghisap lumpur berjenis TSHD King Arthur 8 yang memiliki jasa besar dalam penemuan CVR tersebut.

Kapal penghisap lumpur itu biasanya digunakan untuk kegiatan reklamasi.

Black box berupa Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Sriwijaya Air SJ-182 sudah ditemukan, Selasa (30/3/2021) malam.
Black box berupa Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Sriwijaya Air SJ-182 sudah ditemukan, Selasa (30/3/2021) malam. (Tangkap layar YouTube Kompas TV)

“Kecil kemungkinan didapatkan manusia. Sehingga muncullah ide untuk menggunakan alat tadi,” ujar Rasyid.

CEO PT Acorr Energi Asia, Alex Corry, yang merupakan pemilik Kapal King Arthur 8 menjelaskan, dua pekan sebelum operasi pencarian CVR dihentikan, KNKT menyampaikan ke pihak Sriwijaya Air bahwa mereka membutuhkan kapal penghisap lumpur atau kapal keruk.

"Kapal penghisap lumpur ini mulai bekerja pada Rabu pekan lalu pukul 14.00 WIB. Kami sisir di kordinat 90x90 meter dan kami hisap pasirnya," papar Alex di Dermaga JICT, Jakarta, Rabu (31/3/2021).

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas