Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Zulkifli Adnan Singkah Didakwa Suap Eks Pejabat Kemenkeu Pakai Rupiah dan Dolar Singapura

Zulkifli Adnan Singkah didakwa memberi suap Rp 550 juta dan 35 ribu dolar Singapura kepada eks pejabat Kemenkeu Yaya Purnomo dan Rifa Surya.

Zulkifli Adnan Singkah Didakwa Suap Eks Pejabat Kemenkeu Pakai Rupiah dan Dolar Singapura
Tribunnews/Jeprima
Tersangka Wali Kota Dumai periode 2016-2021, Zulkifli Adnan Singkah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (17/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wali Kota nonaktif Dumai Zulkifli Adnan Singkah didakwa memberi suap Rp 550 juta dan 35 ribu dolar Singapura kepada eks pejabat Kemenkeu Yaya Purnomo dan Rifa Surya.

Suap diberikan untuk pengurusan Dana Alokasi Khusus Anggaran Pendapatan Belanja Negara (DAK APBN) Tahun Anggaran 2017, Dana Alokasi Khusus Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (DAK APBN-P) TA 2017, dan DAK APBN TA 2018 untuk Kota Dumai.

"Pengadilan Negeri Pekanbaru berwenang memeriksa, mengadili dan memutus perkara ini, melakukan beberapa perbuatan yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut, memberi sesuatu yaitu memberi uang sebesar Rp100 juta, Rp250 juta, Rp200 juta dan SGD35.000," kata jaksa di Pengadilan Negeri Pekanbaru seperti dikutip dari surat dakwaan, Kamis (1/4/2021).

Baca juga: KPK Rampungkan Berkas Penyidikan Eks Mensos Juliari Batubara

Saat itu Yaya Purnomo menjabat sebagai Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah pada Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Rifa Surya selaku Kepala Seksi Perencanaan Dana Alokasi Khusus Fisik II, Subdirektorat Dana Alokasi Khusus Fisik II dan Kepala Seksi Perencanaan Dana Alokasi Khusus Non Fisik.

Jaksa menguraikan pada pertengahan tahun 2016, setelah Pemerintah Kota Dumai memasukkan usulan DAK APBN TA 2017 melalui sistem e-planning, terdakwa memerintahkan Marjoko Santoso yang menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Dumai untuk melakukan pengurusan DAK APBN TA 2017 Kota Dumai melalui Yaya Purnomo.

Baca juga: KPK Duga Uang Kasus Bansos Covid-19 Mengalir ke Sejumlah Pihak

Atas perintah Terdakwa, lanjut jaksa, pada Agustus 2016 bertempat di restoran Hotel Aryaduta Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun No.44-48 Jakarta, Marjoko menemui Yaya yang pada saat itu hadir bersama dengan Rifa.

Selanjutnya, Marjoko menyampaikan permintaan terdakwa kepada keduanya untuk melakukan pengurusan DAK APBN TA 2017 Kota Dumai di bidang pendidikan, jalan, dan rumah sakit.

"Atas permintaan tersebut, Yaya Purnomo dan Rifa Surya menyanggupinya," ujar jaksa.

Pada saat pertemuan tersebut, pengajuan usulan DAK APBN TA 2017 Kota Dumai dalam tahap belum diverifikasi oleh Kementerian Keuangan karena Pemerintah Kota Dumai belum memiliki kode admin tingkat nasional.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas