Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

KWI Fokus Pendampingan Psikologis Korban Bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor NTT

Di samping itu juga dengan jejaring orang muda dan biarawan-biarawati yang siap menjadi relawan psikososial.

KWI Fokus Pendampingan Psikologis Korban Bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor NTT
Sekretariat Kabinet
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi wilayah terdampak bencana yang disebabkan oleh siklon tropis Seroja di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (9/4/2021). Tepatnya di Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Tidak hanya memberi bantuan sembako, obat-obatan, air bersih dan penyediaan sarana sanitasi, Gereja Katolik Indonesia melalui Caritas Indonesia juga menyiapkan pendampingan psikologis bagi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah terdampak, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Fokus utama kami berikan dukungan kepada mereka yang kehilangan, keluarga kehilangan rumah dan kehilangan sanak saudara. Terlebih bagi kelompok rentan, anak-anak, perempuan, lansia dan difabel,” ujar Sekretaris Sekretariat Gender dan Pemberdayaan Perempuan – Konferensi Waligereja Indonesia (SGPP-KWI) Sr. Natalia OP, dalam konferensi pers virtual, Jumat (16/4/2021).

Dijelaskan bersama dengan Sekretariat Gender dan Pemberdayaan Perempuan – Konferensi Waligereja Indonesia (SGPP-KWI), Caritas Indonesia telah mematangkan konsep pendampingan psikososial bagi warga korban banjir NTT, khususnya di Wilayah Adonara dan Lembata, Flores, NTT.

Baca juga: Pasca Badai Seroja NTT, Muncul Pulau Baru di Rote Ndao, Masyarakat Ingin Menamai Pulau Paskah

Menurutnya, pendampingan ini akan melibatkan tim SGPP Keuskupan setempat dan jejaring yang sudah bergerak saat ini untuk bersinergi seperti di Keuskupan Larantuka dengan Simpasio Institute dan konggregasi yang berkarya di wilayah Pulau Flores.

Di samping itu juga dengan jejaring orang muda dan biarawan-biarawati yang siap menjadi relawan psikososial.

Sementaraitu, di wilayah Keuskupan Atambua, Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) bersama dengan komunitas guru agama telah berinisiatif memberikan dukungan psikososial di tempat pengungsian Paroki Kamanasa, Keuskupan Atambua.

Baca juga: Pegadaian Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT dan NTB

“Sektor psikososial bagi anak-anak dan perempuan rupanya belum mendapat perhatian penuh dari Pemerintah,” ujar Pengurus Komsos Keuskupan Atambua, Pastor Ino Nahak Berek, Pr.

Inisiatif dari kelompok-kelompok masyarakat ini, kata Ino, memunculkan inisiatif dari Keuskupan Atambua untuk memfasilitasi pelatihan bagi Orang Muda Katolik (OMK) setempat dengan kemampuan pendampingan.

Lebih lanjut Caritas Indonesia dan Caritas Keuskupan hingga kini terus bergerak secara masif. Caritas Indonesia telah mengirimkan 3 relawan terlatih nasional dan 1 staf untuk memfasilitasi, mengkoordinasi, dan menganimasistaf dan relawan Caritas Keuskupan.

Baca juga: AHY Kirim Obat-obatan dan Makanan untuk Korban Bencana di NTT

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas