Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

200 Dokumen Jadi Barang Bukti Penetapan Tersangka Eks Dirut PT BS

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyampaikan ratusan dokumen menjadi barang bukti menetapkan tersangka Eks Direktur Utama PT BS

200 Dokumen Jadi Barang Bukti Penetapan Tersangka Eks Dirut PT BS
Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan di Bareskrim Polri, Senin (18/5/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyampaikan ratusan dokumen menjadi barang bukti menetapkan tersangka Eks Direktur Utama PT BS berinisial SA.

Menurut Ahmad, barang tersebut disita sebagai bagian unsur dugaan tindak pidana sektor jasa keuangan yang dilakukan tersangka.

"Penetapan satu orang tersangka atas nama SA terkait dengan peran dan perbuatannya saat menjabat sebagai direktur Utama PT Bosowa dengan barang bukti sebanyak 200 surat atau dokumen," kata Ahmad kepada wartawan, Sabtu (17/4/2021).

Ahmad menyampaikan pihaknya juga telah memeriksa sebanyak 26 orang sebagai saksi untuk mendalami dugaan tindak pidana tersebut.

Dijelaskan Ahmad, saksi yang diperiksa sudah termasuk dari ahli pidana hingga ahli korporasi.

"Sampai saat ini penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 26 orang saksi dan tiga saksi ahli, yang meliputi ahli pidana, ahli tata negara dan ahli korporasi," jelas dia.

Baca juga: Polri Segera Selesaikan Pemberkasan Dugaan Tindak Pidana Sektor Jasa Keuangan Dirut PT BS

Ahmad menjelaskan penyidik juga masih tengah melakukan finalisasi pemberkasan untuk segera dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Selanjutnya langkah yang dilakukan penyidik akan melakukan koordinasi dengan Jaksa penuntut umum dalam melakukan pemberkasan," tukas dia.

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri sebelumnya menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) PT BS berinisial SA sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana sektor jasa keuangan. 

"Atas perbuatan tersangka yang diduga dengan sengaja mengabaikan dan/atau tidak melaksanakan perintah tertulis dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," kata Dir Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (10/3/2021).

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas