Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

NASA Rencanakan Misi di Luar Nalar, Ingin Tabrakan Pesawat demi Cegah Asteroid Jatuh ke Bumi

Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat atau NASA mempunyai rencana misi di luar nalar demi menyelamatkan planet bumi.

NASA Rencanakan Misi di Luar Nalar, Ingin Tabrakan Pesawat demi Cegah Asteroid Jatuh ke Bumi
ESA
NASA menyebut asteorid ini sebagai objek dekat Bumi (NEO. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat atau NASA mempunyai rencana misi di luar nalar demi menyelamatkan planet bumi.

Baru-baru ini, NASA menyiapkan pesawat ruang angkasanya untuk ditabrakan ke asteroid apabila benda itu mengancam Bumi.

Hal ini merupakan misi dari NASA yang diperkirakan berlangsung tahun depan dan tengah dipersiapkan skemanya.

Proyek ini merupakan bagian dari misi uji coba Double Asteroid Redirection Test atau DART. DART akan berfokus pada penyelamatan dari Asteroid yang disebut juga Didymos, sebuah benda antariksa yang memiliki diameter 160 meter.

Meski misi ini menantang maut, tapi hal ini bukan bagian dari misi bunuh diri atau kamikaze. DART dilakukan untuk membelokkan orbit asteroid sehingga membuatnya menjauh dari Bumi.

Misi NASA ini merupakan hasil koordinasi dengan Badan Antariksa Italia dan Badan Antariksa Eropa yang sepakat untuk meminimalisir jatuhnya asteroid ke bumi

Kegiatan ekstrem ini untuk memperkuat sistem pertahanan dari benda luar angkasa yang mengancam tempat tinggal manusia, mengutip laman resmi NASA, Kamis (22/4/2021).

Misi DART akan memperlihatkan bagaimana teknologi defleksi oleh Nasa yang mampu mengalihkan asteroid untuk pertahanan pada Bumi. Dari misi itu lah yang membuat pesawat akan dengan sengaja menabrakan diri ke Didymos sehingga asteroid urung jatuh ke Bumi.

Baca juga: Rover NASA Perseverance Berhasil Membuat Oksigen di Planet Mars

"DART adalah langkah awal dalam pengujian metode defleksi asteroid berbahaya. Asteroid yang memiliki potensi bahaya adalah masalah global dan kami senang dapat bekerja sama dengan kolega dari Italia dan Eropa untuk mengumpulkan data paling akurat ," kata Eksekutif Program DART NASA, Andre Riley.

Pesawat luar angkasa dalam misi DART ini diperkirakan akan mencapai asteroid tahun 2022 mendatang dengan diluncurkan pada 2021.

Sebagai informasi DART merupakan misi pertama yang dikembangkan oleh NASA Planetary Defense Coordination Officer.

Lembaga ini merupakan bagian yang bertugas sebagai perencana pertahanan planet dari NASA secara luas.

Kegiatan DART diawasi oleh Cubesat dari Badan Antariksa Italia. Selain itu ESA akan mengirimkan pesawat luar angkasa HERA dua tahun kemudian untuk mengecek hasil kerja DART apakah berhasil atau perlu dilakukan evaluasi. 
 

Ikuti kami di
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas