Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kapal Selam Nanggala Hilang Kontak

TNI AL Bantah KRI Nanggala 402 Kelebihan Muatan

Laksamana Muda Muhammad Ali membantah pernyataan sejumlah pengamat yang menyebut bahwa Kapal Selam KRI Nanggala-402 kelebihan muatan. Sehingga, menyeb

TNI AL Bantah KRI Nanggala 402 Kelebihan Muatan
Fransiskus Adhiyuda
Asrena KASAL Laksamana Muda Muhammad Ali saat konferensi pers di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (27/4/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asrena KASAL Laksamana Muda Muhammad Ali membantah pernyataan sejumlah pengamat yang menyebut bahwa Kapal Selam KRI Nanggala-402 kelebihan muatan. Sehingga, menyebabkan tenggelam di perairan utara Pulau Bali pada Rabu, lalu.

Menurut Ali, angka 33 tersebut adalah jumlah tempat tidur di dalam KRI Nanggala 402.

Hal itu disampaikan Laksamana Muda Muhammad Ali saat konferensi pers di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (27/4/2021).

“Dibuat dari Jerman memang 33 tempat tidur. Sedangkan jenis kapal selam 209 ada berbagai jenis,” kata Muhammad Ali.

Ali pun menjelaskan, bahwa KRI Nanggala 402 saat bertugas terbagi menjadi tiga shift. 

“Ada tiga shift dan berjaga tempat tidurnya berbagi. Itu jumlah tempat tidur bukan kelebihan muatan,” tambahnya.

"Kapal Selam ini disebut kelebihan muatan oleh pengamat, ini sama sekali tidak benar dan tidak berdasar karena mungkin yang pengamat itu belum pernah mengawaki kapal selam. Jadi berbagai operasi kita lakukan itu kita biasanya bawa 50 personel," jelasnya.

Baca juga: Tanpa KRI Nanggala, Indonesia Kini Hanya Punya 4 Kapal Selam

Selain itu, Ali mengatakan bahwa saat kejadian tersebut, KRI Nanggala-402 membawa tiga buah torpedo.

Padahal, Kapal Selam buatan Jerman ini didesain untuk bawa delapan torpedo. 

"Jadi orang yang sampaikan bahwa satu torpedo itu beratnya sekitar dua ton, jadi pernyataan yang sampaikan bahwa kapal selam ini kelebihan muatan itu sama sekali tidak berdasar. Dan mungkin belum berpengalaman," katanya.

"Ini kita sudah berlayar bertahun-tahun dan tidak pernah ada masalah," terangnya.

Ikuti kami di
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas