Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mudik Lebaran 2021

Mabes Polri Siap Backup Polda Jajaran Soal Maraknya Penyalahgunaan Rapid Test Antigen

Kasus penyalahgunaan rapid test antigen mulai banyak ditemukan di sejumlah daerah.

Mabes Polri Siap Backup Polda Jajaran Soal Maraknya Penyalahgunaan Rapid Test Antigen
Tribun Jateng
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi didampingi Wakapolda Jateng Brigjen Pol Abiyoso Seno Aji, dan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jateng Kombes Pol Johanson Ronald Simamora menunjukkan rapid tes antigen tanpa izin edar. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus penyalahgunaan rapid test antigen mulai banyak ditemukan di sejumlah daerah.

Terakhir, Polda Jawa Tengah menemukan adanya kasus rapid test antigen tanpa izin edar di Banyumanik.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan Mabes Polri mengaku siap membantu jika Polda jajaran membutuhkan bantuan dalam rangka penyelidikan.

"Intinya bahwa berkaitan rapid test yang diduga melanggar atau palsu dari kepolisian  pasti akan melakukan penyelidikan. Tentunya Polda yang akan berjalan kalau misalnya Polda ada kesulitan kita bantu dari Polri," kata Argo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (6/5/2021).

Lebih lanjut, Argo meminta seluruh Polda dan jajaran untuk mendalami seluruh kasus yang menyangkut penyalahgunaan rapid test antigen hingga tuntas.

"Penyidikan darimana sumbernya, kemudian digunakan kapan dan motifnya apa, baru akan kita cari misalnya memang ada kita temukan pidana," pungkasnya.

Sebelumnya, Subdit I Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng ungkap peredaran rapid test antigen tanpa izin edar.

Rapid test ilegal tersebut telah didistribusikan di rumah sakit maupun klinik yang ada di Jawa Tengah.

Ada ratusan rapid test antigen yang disita dari tangan pelaku berinisial SPM (34) di wilayah Banyumanik dan Genuk.

Baca juga: Rapid Test Antigen Ilegal Beredar di Semarang, Pelaku Raup Untung Rp 2,8 Miliar dalam 5 Bulan

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi menerangkan pengungkapan kasus tersebut berawal adanya masyarakat yang menggunakan rapid tes tanpa surat izin edar pada 27 Januari 2021.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas