Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mudik Lebaran 2021

Tidak Seirama, Masyarakat Dilarang Mudik Tapi Penerbangan Luar Negeri Dibuka

Larangan mudik bukan untuk kepentingan pemerintah. Masyarakat diharap bersabar dan mematuhi larangan tersebut agar tidak terjadi klaster baru.

Tidak Seirama, Masyarakat Dilarang Mudik Tapi Penerbangan Luar Negeri Dibuka
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Dua dari 47 warga negara asing (WNA) asal Fouzhou, China yang mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (6/5/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemberlakuan larangan mudik Idul Fitri 1442 H seharusnya berlaku untuk semua. Selain tempat wisata, penerbangan rute luar negeri juga harus dilarang.

Hal tersebut agar masyarakat tidak merasa dianaktirikan.

Mereka dilarang mudik tetapi penerbangan luar negeri dibuka dan banyak WNA yang datang ke tanah air.

"Kami mendukung kebijakan ini, cuma harus seirama. Masyarakat dilarang mudik tetapi tempat wisata tetap dibuka, penerbangan dari luar negeri tetap masuk," kata Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syarif Abdullah Alkadrie dalam pernyataannya, Sabtu (8/5/2021).

Syarif menambahkan, larangan mudik bukan untuk kepentingan pemerintah. Dia berharap masyarakat bersabar dan mematuhi larangan tersebut agar tidak terjadi klaster baru nantinya.

Baca juga: Puluhan WNA China Masuk di Tengah Larangan Mudik, Pengamat: Persepsi Seolah Pemerintah Membebaskan

"Tetapi karena kondisi pandemi sekarang ini kita minta masyarakat bersabar. Demi kepentingan bersama. Jangan sampai terjadi perpindahan virus dari satu tempat ke tempat lain sehingga terjadi klaster baru," ujarnya.

Pembukaan rute penerbangan Jakarta - Wuhan (China) lanjut Syarif juga harus diawasi ketat.

Puluhan warga Fouchou, China yang masih tertahan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta selama 24 jam karena pemeriksaan dokumen penerbangan, Jumat (7/5/2021).
Puluhan warga Fouchou, China yang masih tertahan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta selama 24 jam karena pemeriksaan dokumen penerbangan, Jumat (7/5/2021). (ISTIMEWA)

Pengawasan ketat tersebut dilakukan agar kasus lolosnya WN India yang ternyata positif covid-19 tidak terulang.

"Ini betul-betul diawasi. Kalau terjadi, harus dilakukan tindakan hukum dan pemecatan karena ini sangat berbahaya," kata dia.

Syarif mengatakan pengawasan ketat yang harus dilakukan adalah soal isolasi dan syarat-syarat kesehatan yang harus ketat diberlakukan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas