Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Hasil Sidang Isbat Penetapan Idul Fitri 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Hari Rabu atau Kamis? Cek di Sini

Cek di sini untuk mengetahui hasil sidang isbat penetapan Idul Fitri 1 Syawal 1442 H. Lebaran 2021 jatuh pada hari Rabu atau Kamis?

Penulis: Sri Juliati
Editor: Gigih
zoom-in Hasil Sidang Isbat Penetapan Idul Fitri 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Hari Rabu atau Kamis? Cek di Sini
freepik.com
ILUSTRASI Idul Fitri 1 Syawal 1442 H. Cek di sini untuk mengetahui hasil sidang isbat penetapan Idul Fitri 1 Syawal 1442 H. Lebaran 2021 jatuh pada hari Rabu atau Kamis? 

TRIBUNNEWS.COM - Inilah hasil sidang isbat penentuan Idul Fitri 1 Syawal 1442 H yang akan digelar pada Selasa (11/5/2021).

Terbaru: pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan, 1 Syawal 1442 H atau Idul Fitri/Lebaran 2021 jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021.

Keputusan ini didapat setelah Kemenag menggelar sidang isbat (penetapan) awal 1 Syawal 1442 H pada Selasa (11/5/2021) hari ini.

Masyarakat dapat memantau hasil sidang isbat penetapan Idul Fitri 1 Syawal 1442 H lewat sejumlah link yang diberikan Tribunnews.com di pertengahan berita.

Dengan demikian, akan diketahui, Lebaran 2021 jatuh pada hari Rabu, 12 Mei 2021 atau Kamis, 13 Mei 2021 seperti yang sudah ditetapkan oleh PP Muhammadiyah.

Baca juga: Hasil Sidang Isbat 2021, Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1442 H Jatuh pada Kamis 13 Mei 2021

Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan 1 Syawal 1442 H sebagai Idul Fitri atau Lebaran 2021.

Sidang isbat digelar pada Selasa (11/5/2021) atau bertepatan pada 29 Ramadan 1442 H secara daring dan luring.

Berita Rekomendasi

"Isbat awal Syawal digelar 11 Mei 2021 atau 29 Ramadan 1442 H secara daring dan luring," kata Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, di Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Dikutip dari kemenag.go.id, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dijadwalkan akan memimpin langsung sidang isbat penetapan Idul Fitri 1 Syawal 1442 H.

Lantaran masih pandemi Covid-19, sidang isbat dilakukan mengikuti protokol kesehatan sehingga tidak semua perwakilan hadir secara fisik di kantor Kementerian Agama.

"Sesuai protokol kesehatan, undangan untuk menghadiri sidang dibatasi."

"Hanya dihadiri Menag dan Wamenag, Majelis Ulama Indonesia, Komisi VIII DPR, serta sejumlah Dubes negara sahabat dan perwakilan ormas," sambungnya.

Menurut Kamaruddin, panitia juga menyiapkan aplikasi pertemuan dalam jaringan (zoom meeting), baik untuk peserta sidang maupun media.

Pasalnya, peliputan juga akan dilakukan secara terbatas.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas