Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547 Dihentikan Sementara, PDPI: Batch Lain Tetap Aman

Langkah pemerintah saat ini dinilai telah sesuai prosedur yaitu untuk menjaga keselamatan masyarakat.

Vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547 Dihentikan Sementara, PDPI: Batch Lain Tetap Aman
Piroschka van de Wouw / ANP / AFP
Seorang petugas kesehatan menyiapkan dosis vaksin AstraZeneca pada 20 Maret 2021 di Ede, tempat kampanye vaksinasi melawan Covid-19 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ketua Pokja Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Erlina Burhan SpP menuturkan, penghentian sementara pada bacth tertentu vaksin AstraZeneca merupakan ketentuan internasional, apabila ada kejadian yang diduga akibat dari vaksinasi.

Misalnya di Inggris saat ada laporan KIPI yang berat, mereka segera menghentikan vaksinasi sampai dibuktikan oleh para ilmuwan, apakah kasus berhubungan dengan vaksin atau tidak.

"Diteliti pada batchnya, maka dihentikan tapi bukan dihentikan batch semua. itu memang sudah prosedur. Ini adalah prinsip kehati-hatian. Tapi kalau semua batch vaksin itu ada dihentikan, bukan hati-hati namanya, itu sesuatu saya kira berlebihan," ujarnya dalam diskusi daring, Jumat (21/5/2021).

Menurutnya, langkah pemerintah saat ini telah sesuai prosedur yaitu untuk menjaga keselamatan masyarakat.

Baca juga: Vaksinolog Ini Nilai Manfaat Vaksin AstraZeneca Lebih Besar daripada Risikonya

Bagaimana pun, obat atau vaksin itu ada efek sampingnya dan itu berbeda efeknya ke setiap orang

"Ada yang ringan dan berat dan secara umum manfaatnya vaksinasi lebih banyak dibanding dari efek samping yang ada," kata dia.

Menyoal pembekuan darah yang diterjadi akibat vaksin AstraZeneca di beberapa negara, ia menuturkan kasus tersebut sangat jarang terjadi, dimana 4 kasus dari 1 juta orang.

"Jadi rendah sekali, tetapi kita tetap hati-hati bilamana seseorang merasa punya pengentalan darah, konsumsi pengecer atau sakit jantung yang mungkin atau ada kelainan trombostit dan ada penyumbatan. sebaiknya individu yang bersangkutan sebaiknya memeriksakan diri dulu, dan harus hati-hati, karena ada efek samping pengentalan darah dan juga pembekuan," ungkap dr.Erlina.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas